Potret

Imastuti Maharani yang Mengaku harus Sabar Ngajari Tari  Anak SD  

Kuliah sembari mengajar les tari, tidak menjadi hambatan bagi seorang Imastuti Maharani.

Imastuti Maharani yang Mengaku harus Sabar Ngajari Tari  Anak SD   
surya.co.id/erwin wicaksono
Imastuti Maharani 

SURYA.co.id | MALANG -  Kuliah sembari mengajar les tari, tidak menjadi hambatan bagi seorang Imastuti Maharani.

Mahasiswi Jurusan Seni dan Desain, Prodi Pendidikan Seni Tari dan Musik, Universitas Negeri Malang itu membuktikannya. Dia mengakui menikmati apa yang ditekuninya.

"Soalnya emang dari kecil sebenarnya sudah suka sama tari. Suka lihat orang nari, tapi baru bisa kenal tari pas SMA ikut ekstrakulikuler tari dan akhirnya kuliah ketrimanya di bidang tari," ujar gadis berusia 21 tahun.

Maharani mengaku harus lebih sabar saat mengajari anak SD menari. Menurutnya, banyak tantangan yang dihadapinya ketika mengajar tari tradisional seperti tari rampak, tari candik ayu, tari ulo-uloan, tari sesonderan, dan lainnya.

"Tantangannya banyak, soalnya anak SD cenderung maunya sendiri, susah diatur. Kadang juga tidak memperhatikan malah asik sendiri," bebernya.

Maharani berharap, di masa depan dapat terus menekuni karir di bidang pendidikan tari. Baginya rasa penasaran untuk mengajar tari sampai mahir, menjadi kebanggan tersendiri baginya.

Pengen berkarir yg tidak jauh dari pendidikanku sekarang. Soalnya jadi sosok pengajar tari itu tidaklah mudah. Saya semakin penasaran dan selalu pengen mencoba mengajar tari anak-anak yang awalnya ndak bisa sama sekali sampai menarinya bagus," jelasnya.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved