Gubernur Khofifah Usulkan PD Air Bersih Jadi Perseroan, Targetkan Investasi Senilai Rp4,9 triliun

Pemprov Jawa Timur mengajukan usulan perubahan bentuk hukum Perusahaan Daerah (PD) Air Bersih menjadi perseroan daerah (Perseroda)

Gubernur Khofifah Usulkan PD Air Bersih Jadi Perseroan, Targetkan Investasi Senilai Rp4,9 triliun
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahro
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat diwawancara media saat sidak di TPI Lamongan, Kamis (13/6/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mengajukan usulan perubahan bentuk hukum Perusahaan Daerah (PD) Air Bersih menjadi perseroan daerah (Perseroda).

Dengan adanya perubahan tersebut, Pemprov Jatim menargetkan peningkatan investasi, baik dari dalam negeri hingga luar negeri.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menjelaskan pentingnya peningakatan kapasitas PDAB di Jatim. Rencananya, Pemprov akan melakukan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan.

Dengan adanya pembangunan ini, SPAM tersebut direncanakan melayani kebutuhan bagi 1,3 juta penduduk (31 ribu sambungan rumah baru di Jatim). Pemenuhan SPAM ini akan meliputi lima daerah, yakni Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Sidoarjo, Gresik, dan Surabaya.

Untuk melakukan penambahan tersebut, PDAB memerlukan peningakatan modal sebesar Rp4,927 triliun. Pengembangan ini terbagi atas Rp706 miliar rupiah untuk pengembangan SPAM regional kecil dan Rp4,167 triliun untuk SPAM regional besar.

"Kita (Jawa Timur) membutuhkan skala yang lebih besar, sehingga kita membutuhkan kekuatan pemodal baru," kata Khofifah seusai memberikan Nota Penjelasan Gubernur terhadap Raperda Perubahan Hukum PDAB menjadi Perseroda di Sidang Paripurna DPRD Jatim, Jumat (14/6/2019).

Perubahan PD menjadi PT, menurut Khofifah bisa menjadi solusi mencari investor tersebut.

"Ketika skala bisnis itu harus diperbesar, maka kemudian menjadi PT. Dari PD menjadi PT. Regulasinya, harus seperti itu," jelas Khofifah.

"Dengan menjadi PT, (PDAB) akan memungkinkan kita untuk mengundang investor, baik PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) dan PMA (Penanaman Modal Asing)," jelasnya.

Tak hanya itu, pihaknya menargetkan dapat menggandeng pemerintah kota/kabupaten untuk menanamkan investasi.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved