Berita Surabaya

Dubes Inggris, Moazzam Malik, Pamitan ke Gubernur Khofifah, Begini Kesan-Kesannya

Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik pamit ke Gubernur Khofifah karena bakal rampung tugas tanggal 21 Juni 2019 mendatang

Dubes Inggris, Moazzam Malik, Pamitan ke Gubernur Khofifah, Begini Kesan-Kesannya
fatimatuz zahro/surya
Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik bersama Gubernur Khofifah saat kunjungan di Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan, Jumat (14/6/2019). 

"Kita sadar bahwa peran Jawa Timur untuk Indonesia dalam hal perekonomian, politik, hingga keagamaan begitu penting. Maka seperti yang sudah kami bicarakan dengan ibu gubernur, ada beberapa langkah kerjasama dengan pemprov, yaitu salah satunya dalam hal pendidikan keterampilan atau vokasi," urai pria kelahiran 29 Mei 1967 ini.

Pemerintah Inggris akan membantu Pemprov untuk welding institute yang rencananya bakal mengisi pendidikan vokasi untuk kekhususan bidang aviasi atau penerbangan.

Dalam akhir pekan ini, Pemprov melalui Wagub Emil Dardak akan menindaklanjuti dengan langsung terbang ke Inggris terkait rencana kerjasama bisang keterampilan tersebut.

"Yang kedua juga terkait kerjasama pengolahan hazardous waste (limbah berbahaya). Saya kira perusahaan Inggris bersama mitra-mitranya sudah siap untuk kolaborasi. Mereka sudah mempersiapkan hal-hal untuk MoU guna mengatasi kebutuhan yang penting dalam pengolahan limbah berbahaya," tandas Malik.

Menanggapi terkait Dubes Inggris Moazzam Malik yang segera purna tugas di Indonesia, Gubernur Khofifah mengaku berterima kasih atas segala kerja sama yang sudah terjalin selama ini.

Tak lupa ia juga berpesan agar apa yang sudah menjadi rencana kerjasama antara Pemprov Jawa Timur dengan Pemerintahan Inggris tetap bisa dilanjutkan.

"Pesan saya pada pak Dubes, sampaikan yang baik-baik dari Indonesia saat kembali ke Inggris, yang jelek-jelek dibuang ke laut saja," ucap Khofifah lalu tertawa.

Lebih dari itu, Gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini mengatakan bahwa untuk kerjasama dengan Inggris dalam mengembangkan SMK jurusan aviasi atau penerbangan, Pemprov juga sudah menyiapkan tempat di Kediri.

Saat ini tengah diproses izinnya karena jurusan aviasi sama sekali baru di Jawa Timur.

"Berikutnya kita juga ada rencana untuk Training of Trainers terutama untuk perawat. Karena kebutuhan perawat di dunia ini sangat banyak dan di sisi lain lembaga pendidikan kita menghasilkan perawat yang banyak dan cukup memiliki kemampuan. Tapi kendalanya adalah bahasa," kata Khofifah.

Halaman
123
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved