Berita Surabaya

DKRTH Surabaya Ingin Duta Lingkungan UWK Tidak 'Mutungan'

Universitas Wijaya Kusuma (UWK) terus siapkan diri sebagai eco-campus. Satu caranya dengan mencari mahasiswa potensial sebagai duta lingkungan.

DKRTH Surabaya Ingin Duta Lingkungan UWK Tidak 'Mutungan'
delya octovie/surya
Pengenalan eco-campus pada finalis Duta Lingkungan sekaligus masyarakat Universitas Wijaya Kusuma, Jumat (14/6/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Universitas Wijaya Kusuma (UWK) terus mempersiapkan diri sebagai eco-campus. Satu caranya dengan mencari mahasiswa potensial sebagai duta lingkungan.

Finalis yang berasal dari delapan fakultas ini pun dibekali pengetahuan-pengetahuan lingkungan dari Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) dan komunitas Nol Sampah. Tak hanya finalis, UWK juga mengumpulkan lebih dari 90 pimpinan, dosen hingga karyawan untuk mengikuti pengenalan soal eco-campus.

"Kami ingin duta lingkungan ini benar-benar paham pentingnya menjaga lingkungan, karena ia harus bisa mencerminkan wajah eco-campus. Kami juga ingin meyakinkan mereka tidak takut dengan persoalan lingkungan yang ada karena duta lingkungan tidak hanya informatif, tapi juga harus menjadi problem solver," kata Adi Candra, Tim Motivator Lingkungan Sub Bagian Pemberdayaan Masyarakat DKRTH, Jumat (14/6/2019).

Ia berharap duta lingkungan minimal bisa peduli dengan perilaku membuang sampah, mengurangi konsumsi yang menggunakan kemasan, membawa eco-bag ke mana-mana, dan membawa tumblr.

Adi menambahkan, pihaknya bukan mengajak masyarakat kampus untuk stop plastik, tapi bijak dalam mengendalikan sampah plastik.

"Dalam jangka panjang, peran duta lingkungan penting karena mereka tidak boleh bosen, tidak mutungan dan tidak nggondokan. Lewat peran mereka, kami berharap UWK bisa jadi kampus ekowisata. Jadi kalau Pemkot menerima tamu, bisa dibawa ke UWK," terangnya.

Rektor UWK, Sri Harmadji, mengatakan pihaknya serius menjadikan kampusnya ramah lingkungan.

Kampus yang baru menyabet Juara 2 Eco-Campus se-Surabaya ini punya gedung baru, yang juga digadang-gadang sebagai green campus.

Gedung ini memiliki taman per lantai.

"Jadi waktu bangun gedung itu kan ada sisa-sisa misalnya marmer, itu kami daur ulang untuk jadi kursi, keramik, sampai candi-candi kecil. Jadi tidak ada sisa bangunan yang terbuang sia-sia," ungkapnya.

UWK juga memiliki 200 tanaman langka dari berbagai wilayah di Indonesia, tertanam di seluruh area kampus.

"Kami juga berencana kawasan Kota Surabaya bisa kami beri tanaman-tanaman langka ini," tutupnya.

Penulis: Delya Octovie
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved