Sengketa Pilpres 2019

Di Luar Dugaan, Prabowo-Sandi Dinyatakan Menang 52 %, Jokowi-Maruf 48 % Ini Penjelasan Kubu Prabowo

Kemenangan Prabowo-Sandi di kontestasi Pemilu 2019 dengan perolehan suara sebesar 52 %, sedangkan nomor urut 01 Jokowi-Maruf mendapatkan suara 48 %.

Di Luar Dugaan, Prabowo-Sandi Dinyatakan Menang 52 %, Jokowi-Maruf 48 % Ini Penjelasan Kubu Prabowo
(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)
Ketua Tim Hukum pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto (berdiri-kanan) terlihat berdiskusi dengan anggota tim hukum Denny Indrayana di sidang perdana sengketa pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6/2019). 

SURYA.co.id | JAKARTA - Ada hal kontroversi di sidang perdana sengketa Pemilu 2019 yang digelar di Mahkamah Konstitusi (MK), kuasa hukum Prabowo-Sandi menyatakan 02 menang. 

Kemenangan Prabowo-Sandi di kontestasi Pemilu 2019 dengan perolehan suara sebesar 52 %, sedangkan nomor urut 01 Jokowi-Maruf mendapatkan suara 48 %.

Bagaimana penjelasan Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi saat sidang perdana sengketa Pemilu 2019 di MK tadi, Jumat (14/6/2019).

Ketua Tim Hukum pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto mengatakan, berdasarkan dokumen C1 yang dimiliki tim 02, perolehan suara pasangan Prabowo-Sandi unggul dari pasangan Jokowi-Maruf.

Karena itu, ia meminta MK menyatakan hasil rekapitulasi perolehan suara berdasarkan dokumen C1 yang dimiliki pasangan capres-cawapres nomor urut 02 sebagai hasil Pilpres 2019 yang sah.

"Pemohon memohon kepada Mahkamah Konstitusi agar menyatakan perolehan suara yang benar adalah pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin 63.573.169 (48%) dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 68.650.239 (52%). Jumlah 132.223.408," ujar Bambang Widjojanto saat membacakan petitum permohonan sengketa hasil pilpres di Gedung MK, Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019).

Prabowo Siapkan Saksi Hidup Wow, Rumah Hakim MK Saldi Isra Dijaga Polisi Bersenjata Lengkap

Sederet Calon Rektor UIN Akan Diperiksa KPK Soal Jual Beli Jabatan di Kemenag, Siapa Saja Mereka?

KRONOLOGI LENGKAP Setya Novanto Keluyuran di Toko Bangunan hingga Dipindah ke Rutan Teroris

Pada bagian pokok permohonan, tim kuasa hukum memaparkan bahwa perolehan tersebut didasarkan atas dokumen C1 yang dimiliki Pemohon, baik yang berasal dari BPN, relawan yang dikoordinasikannya maupun dokumen yang berasal dari Bawaslu.

Data yang dimiliki tim hukum tersebut berbeda dengan hasil rekapitulasi perolehan suara yang diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

KPU menyatakan, pasangan Jokowi-Maruf unggul dengan 85.036.828 suara atau 55,42 persen.

Sementara Prabowo-Sandiaga mendapatkan 68.442.493 suara atau 44,59 persen.

Tim hukum Prabowo-Sandi menilai hasil perolehan suara versi KPU tidak sah karena telah terjadi kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan meluas selama proses pemilu.

Oleh sebab itu, kata Bambang, MK mendiskualifikasi pasangan Jokowi-Maruf sebagai peserta pilpres karena diduga melakukan kecuran dan menetapka pasangan Prabowo-Sandi sebagai Presiden-Wakil Presiden terpilih 2019-2024.

"Menetapkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019–2024," kata Bambang.

Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved