Berita Tulungagung

Warga Desa Sambirobyong Tulungagung Minta Penegak Hukum Usut Dugaan Pungli Program PTSL

warga Desa Sambirobyong Tulungagung meminta dugaan pungutan liar (pungli) penerbitan sertifikat tanah PTSL diusut

Warga Desa Sambirobyong Tulungagung Minta Penegak Hukum Usut Dugaan Pungli Program PTSL
surya/david yohanes
Penyerahan sertifikat tanah program PTSL ke warga Desa Sambirobyong, Tulungagung. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Korodinator warga Desa Sambirobyong, Mualimin, meminta dugaan pungutan liar (pungli) penerbitan sertifikat tanah PTSL di desa ini diusut. Mualimin mengungkapkan, dugaan Pungli di Desa Sambirobyong banyak menyusahkan masyarakat lantaran warga ditarik hingga jutaan rupiah untuk membuat dokumen akta tanah.

“Misalnya saya, waktu itu membayar hingga Rp 5.000.000 untuk dua akta tanah,” ungkap Mualimin, Kamis (13/6/2019).

Banyak warga kurang mampu yang menggadaikan BPKB, menggadaikan sawah hingga menjual kambing dan sapi. Namun, akta yang dijanjikan keuar pada Juli 2018, tidak pernah ada realisasinya.

Apalagi setelah Kantor Pertanahan Kabupaten Tulungagung menegaskan, tidak pernah menerima akta tanah dari Desa Sambirobyong untuk penerbitan PTSL.

“Kalau Kantor Pertanahan memastikan tidak ada dokumen akta tanah untuk sertifikat PTSL, kemana uang dipungut itu?” keluh Mualimin.

Karena itu Mualimin dan kawan-kawan mendorong penegak hukum mengusut aliran dana yang dipungut dari warga ini.

Mualimin siap membantu penegak hukum, untuk memberikan data dan keterangan yang dibutuhkan.

Sebemumnya Mualimin juga mengaku hendak dipungut lagi Rp 300.000 untuk pengurusan sertifikat lewat PTSL.

Namun Mualimin menolak, dan mengancam akan melapor ke polisi.

Setelah mengeluarkan ancaman itu, ada perangkat desa yang membayar untuk biaya PTSL Mualimin.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved