VIRAL HARI INI - Suami Gadaikan Istri Sah, Fakta Terbarunya Bikin Kapolres Lumajang Geleng-geleng

Berita viral hari ini di Surya.co.id (surabaya.tribunnews.com) adalah kasus suami gadaikan istri sah ke pria lain senilai Rp 250 juta

VIRAL HARI INI - Suami Gadaikan Istri Sah, Fakta Terbarunya Bikin Kapolres Lumajang Geleng-geleng
DOK
Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban dan istri. 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Berita viral hari ini di Surya.co.id (surabaya.tribunnews.com) adalah kasus suami gadaikan istri sah ke pria lain senilai Rp 250 juta.

Peristiwa 'langka' dan baru pertama terjadi di Jatim itu dilakukan  seorang suami di Kabupaten Lumajang.

Kapolres Lumajang, AKBP M Arsal Sahban pun syok mengetahu fakta terbaru kasus suami gadiakan istri tersebut.

Ternyata si istri yang digadikan itu tinggal satu rumah dengan pria yang menerima gadai. Bahkan sudah 1 tahun.

VIRAL di WhatsApp (WA) Video Hubungan Suami Istri Siswi SMK di Dalam Kelas, Begini Dialognya

Kapolres Lumajang saat berbicara dengan Hori
Kapolres Lumajang saat berbicara dengan Hori (surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik)

Motif Suami Gadai Istri Rp 250 Juta Merencanakan Pembunuhan, Ada Fakta Terkini Lebih Mengejutkan

WhatsApp (WA) Diblokir (Error) Lagi Hari Jumat 14 Juni 2019? Berikut Penjelasan Kominfo

Masa Lalu Barbie Kumalasari yang Mengaku Bisa 8 Kali Sehari Berhubungan Suami Istri

Polisi kini masih melakukan penyidikan dalam kasus suami gadaikan istri Rp 250 juta yang berujung pada pembunuhan di Lumajang, Jawa Timur (Jatim). 

Polres Lumajang akan memanggil sejumlah pihak terkait kasus pembunuhan salah sasaran yang diduga bermula dari penggadaian istri oleh Hori (43) warga Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, Lumajang pada Selasa (11/6/2019) malam lalu.

Kapolres Lumajang, AKBP M Arsal Sahban, Kamis (13/6/2019) mengatakan, latar belakang kasus pembunuhan bermotif suami gadaikan istri ini baru kali ini dia temukan selama bertugas di Lumajang.

Karenanya, dia mengaku kaget dengan pengakuan Hori tidak lama setelah ditangkap karena membacok orang hingga tewas.

Arsal geleng-geleng kepala karena Hori berterus terang mengakui bahwa latar belakang dari pembunuhan itu adalah soal penggadaian istrinya kepada pria lain.

Hori meminjam uang kepada Hartono (40) warga Desa Sombo Kecamatan Gucialit, Lumajang sebesar Rp 250 juta dengan jaminan istrinya, R (35).

"Terlepas dari kasus pembunuhan itu tersebut, ini benar-benar membuat saya kaget.

Ini baru pertama saya tahu sejak saya bertugas di Lumajang ada suami yang tega menjadikan istrinya sebagai jaminan utang.

Akal sehatnya di mana? Masak istri sendiri dianggap sebagai barang yang bisa dipindah tangankan begitu saja," ujar Arsal, Kamis (13/6/2019).

Hori, pria Lumajang yang gadaikan istri dan lakukan pembunuhan namun salah sasaran
Hori, pria Lumajang yang gadaikan istri dan lakukan pembunuhan namun salah sasaran (istimewa)

Karenanya, untuk menguak masalah tersebut Arsal berjanji akan memanggil semua pihak yang ada kaitannya dengan kasus ini.

Saat ini polisi sudah menangkap Hori dan meminta keterangan darinya.

Pihak lain yang akan dipanggil adalah istri Hori, R, juga penerima gadai, Hartono.

"Semuanya akan kami panggil. Saya benar-benar ingin mengetahui bagaimana persoalan ini bisa terjadi.

Ini soal moral, soal etika, masalah sosial, bukan sekadar masalah pembunuhan atau pinjam meminjam uang.

Dan kejadian semacam ini tidak boleh terjadi lagi di Lumajang," ungkapnya.

Utang piutang duit itu sudah terjadi setahun lalu.

Istri yang dijadikan jaminan oleh Hori disebutkan tinggal bersama dengan Hartono, si penerima gadai, selama masa utang berlangsung.

"Apalagi istri pelaku kemudian tinggal bersama dengan pihak yang penerima gadai dalam kurun waktu yang cukup lama, yakni hampir satu tahun," imbuh Arsal.

Penyidikan itu untuk memastikan apakah pembunuhan (yang kemudian salah sasaran) itu dilakukan memang untuk mengambil sang istri atau karena persoalan lain.

Seperti diberitakan, Hori (43) warga Desa Jenggrong Kecamatan Ranuyoso, Lumajang membacok M Toha (34) warga Desa Sombo Kecamatan Gucialit, Lumajang, Selasa (11/6/2019) malam.

Toha tewas akibat bacokan itu. Namun setelah membacok, Hori baru mengetahui jika dia salah sasaran.

Dia berencana membunuh Hartono (40), tetangga Toha.

Sebab, Hartono tidak mau mengembalikan istri Hori yang dijadikannya jaminan utang.

Sekitar setahun lalu, Hori meminjam uang sebesar Rp 250 juta kepada Hartono dengan jaminan sang istri.

Hori, pria Lumajang yang gadaikan istri dan lakukan pembunuhan namun salah sasaran, saat diamankan Tim Cobra Polres Lumajang
Hori, pria Lumajang yang gadaikan istri dan lakukan pembunuhan namun salah sasaran, saat diamankan Tim Cobra Polres Lumajang (istimewa)

Sebelum pembacokan itu, Hori berniat menebus istrinya dengan memberikan sebidang tanah tetapi Hartono menolaknya.

Dia menginginkan utang uang dikembalikan dalam bentuk uang.

Karena kecewa, Hori berniat membunuh Hartono.

Nahas baginya, karena malah orang lain yang dia bacok akibat kemiripan tubuh dan minimnya penerangan jalan desa setempat.

Kronologi kejadian lengkap

1. Berawal pinjaman uang

Peristiwa itu bermula saat Hori meminjam uang sebesar Rp 250 juta kepada Hartono (40) warga Desa Sombo.

Untuk peminjaman itu, Hori memakai istrinya sebagai jaminan. Istri Hori, berinisial R (35) diserahkan ke Hartono sampai Hori mampu melunasi utangnya baru istrinya dapat dikembalikan.

Hori, pria Lumajang yang gadaikan istri dan lakukan pembunuhan namun salah sasaran
Hori, pria Lumajang yang gadaikan istri dan lakukan pembunuhan namun salah sasaran (istimewa)

2. Maksud pelunasan utang Hori ditolak Hartono

Setelah satu tahun berlalu, Hori ingin menebus utangnya dengan memberikan sebidang tanah supaya istrinya bisa diambil kembali.

Tapi Hartono meminta agar dikembalikan dalam bentuk uang, bukan diganti sebidang tanah.

Karena kecewa, akhirnya Hori merencanakan pembunuhan terhadap Hartono.

3. Hori salah bacok orang

Hori yang sudah tersulut emosi, tak mampu menahan amarahnya.

Ia bahkan merasa melihat Hartono lewat di depan matanya.

Tanpa pikir panjang, Hori langsung mengayunkan senjata tajam ke arah pria yang mirip Hartono itu.

Tetapi setelah pembacokan, Hori kaget karena yang dibacok ternyata orang lain bernama Muhammad Toha.

Peristiwa itu membuat geger desa setempat.

4. Ancaman hukuman Hori

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran menerangkan pelaku diancam hukuman selama 20 tahun penjara.

“Setelah kami interoogasi, pelaku mengakui bahwa pembunuhan ini telah direncanakan dengan motif agar utangnya menjadi hangus serta mendapatkan kembali istrinya yang telah digadaikan.

Namun ternyata salah target," kata Hasran.

Hori diancam hukuman penjara selama 20 tahun sesuai dengan Lasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Tri Mulyono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved