Ulama Bangkalan Madura Minta Tokoh Bangsa dan Agama Tak Beri Pernyataan Meresahkan

"Kepada para tokoh bangsa, masyarakat, dan agama agar tak memberikan pernyataan yang meresahkan masyarakat dan menyulut suasana memanas,"

Ulama Bangkalan Madura Minta Tokoh Bangsa dan Agama Tak Beri Pernyataan Meresahkan
surabaya.tribunnews.com/ahmad faisol
Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Bangkalan Dr Ir Tamar Jaya, MM (kiri) dan Pengasuh Pondok Pesantren Al Muntaha Bangkalan. KH Toha Cholili. 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Sejumlah ulama di Kabupaten Bangkalan, Madura meminta para tokoh bangsa, masyarakat, dan tokoh agama tidak memberikan pernyataan-pernyataan meresahkan yang bisa membuat suasana menjadi panas. 

Seperti yang disampaikan Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Bangkalan, Dr Ir Tamar Jaya MM dan Pengasuh Pondok Pesantren Al Muntaha Bangkalan, KH Toha Cholili.

"Kepada para tokoh bangsa, masyarakat, dan agama agar tak memberikan pernyataan yang meresahkan masyarakat dan menyulut suasana memanas," ungkap Tamar Jaya, Kamis (13/6/2019).

Imbauan tersebut disampaikan Tamar Jaya guna mencegahan kerusuhan di sejumlah titik di Jakarta dan di Kabupaten Sampang Madura kembali terulang.

"Kami Muhammadiyah Bangkalan mengutuk kerusuhan-kerusuhan yang terjadi. Kepada Polri, usut hingga tuntas," tegasnya.

Ia berharap semua pihak menahan diri demi terjaganya persatuan-kesatuan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Negara Republik Indonesia.

Pengakuan Tersangka Pelaku Pembakar Polsek Tambelangan, Sampang, Satiri: Saya Terpancing Ikut Lempar

"Untuk Mahkamah Konstitusi harus berbuat adil, jujur, dan independen," pungkasnya.

Hal senada disampaikan KH Toha Cholili. Menurutnya, momen Idul Fitri merupakan waktu yang tepat guna merajut persatuan dan kesatuan bangsa.

"Saudara seiman, sebangsa, dan setanah air jangan mudah terprovokasi. Tolak kerusuhan dalam bentuk dan cara apapun," imbaunya.

Sehingga, lanjutnya, kondusivitas, kedamaian, dan kerukunan bangsa tetap terjaga.

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved