Pilpres 2019

Seusai Disebut Kirim Pembunuh Bayaran, Kivlan Zen Diancam Dibunuh hingga Minta Perlindungan Militer

Polemik Kivlan Zen yang disebut-sebut sebagai orang yang mengirim pembunuh kepada 4 tokoh nasional dan 1 pimpinan lembaga survei terus bergulir.

Seusai Disebut Kirim Pembunuh Bayaran, Kivlan Zen Diancam Dibunuh hingga Minta Perlindungan Militer
Kompas.Com
Seusai Disebut Kirim Pembunuh Bayaran, Kivlan Zen Diancam Dibunuh hingga Minta Perlindungan Militer 

Terkait cerita yang disampaikan oleh para tersanga, menurut Tonin, itu berbeda dengan cerita sebenarnya.

Mayor Jenderal TNI Purn Kivlan Zen tiba di gedung Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Rabu (29/5/2019)
Mayor Jenderal TNI Purn Kivlan Zen tiba di gedung Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Rabu (29/5/2019) (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Ia juga mengakui kalau Kivlan Zen memberikan sejumlah uang kepada tersangka untuk demo di bulan Mei, bukan untuk membeli senjata.

"Jadi, Tahjudin yang ngomong di tv itu kan mengatakan segala macam, padahal dia itu diorder Pak Kivlan untuk mengadakan demo di bulan Mei. Terima Rp 5 juta kemudian hilang, tidak pernah lagi berhubungan dengan Pak Kivlan Zen," bebernya.

Tonin Tachta Singarumbun pun kembali menegaskan kalau uang itu diberikan Kivlan Zen bukan untuk membayar eksekutor untuk membunuh.

"Uang diberikan untuk demo, kalau nembak ceritanya lebih ngawur lagi, karena Pak Kivlan Zen posisinya mau dibunuh, bukan memerintahkan membunuh," katanya.

"Mau dibunuh siapa?," tanya Arief Fadil, host Apa Kabar Indonesia Pagi.

"Bentar dulu, biar saya bahas dulu siapa yang mau membunuh," kata Tonin Tachta Singarumbun.

Tonin kemudian melanjutkan ceritanya, bahwa belum diketahui siapa sosok yang ingin membunuh Kivlan Zen.

"Kata Iwan, Pak Kivlan Zen akan dibunuh, makanya Januari dipasang pengawalnya ada Eka dll yang jadi pengawal pribadi Kivlan Zen supaya tidak terjadi pembunuhan," jelasnya.

Kemudian mengenai uang Rp 150 juta itu menurutnya untuk demo peringatan Supersemar.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved