Berita Ekonomi Bisnis

PP Property Optimistis Kontribusi Proyek di Surabaya Dorong Kenaikan 16 Persen Penjualan Tahun ini

BUMN Pengembang properti PT PP Properti Tbk ini menargetkan pertumbuhan penjualan produk hingga 16 persen.

PP Property Optimistis Kontribusi Proyek di Surabaya Dorong Kenaikan 16 Persen Penjualan Tahun ini
surya.co.id/sugiharto
Dari Kanan: VP 3 Realty PT PP Properti Tbk Rudy Harsono, Marketing Manager GSL Lusiani, Marketing Manager Grand Shamaya Iswan, Marketing Manager Grand Dharmahusada Lagoon Henry sasmita, Marketing Manager Westown, Henry, dan Marketing Manager Grand Sagara Adi berdialog di Apartemen Grand Sungkono Lagoon Surabaya, Kamis (13/6/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - BUMN Pengembang properti PT PP Properti Tbk ini menargetkan pertumbuhan penjualan produk hingga 16 persen.

Angka itu lebih tinggi dari hasil capaian tahun 2018 lalu yang tumbuh 13 persen dengan nilai penjualan Rp 3,48 triliun.

Dari nilai itu, proyek yang berada di wilayah Kota Surabaya dan Malang memberi kontribusi sekitar 50 persen.

"Target tahun ini kami bisa meningkat 16 persen dibanding tahun lalu. Proyek di Surabaya dan Malang terus kami geber, dengan harapan bisa memberi kontribusi yang sama atau lebih besar," kata Rudy Harsono, Vice President 3 Realty PT PP Properti Tbk, Kamis (13/6/2019).

Disiapkan sebagai andalan di tahun ini masih proyek di Grand Sungkono Lagoon (GSL), Grand Dharmahusada Lagoon (GDL), Grand Shamaya, The Westown View, Grand Sagara dan The Begawan Apartement di Kota Malang.

"Tahun lalu penjualan dari sejumlah proyek di Surabaya itu, penjualan terbesar berasal dari Westown View. Dikisaran 40 persen,” tambah Rudy.

Selain masih pada proyek high rise building yang sudah mulai proses, Rudy mengakui pasar properti di semester tahun 2019 ini masih wait and see.

Pasca pemilihan presiden dan legislatif di April lalu, proses politik masih akan berlangsung hingga Oktober 2019.

Penetapan presiden terpilih dan anggota legislatif secara resmi setelah gugatan juga baru akan selesai di akhir Juni atau Juli.

"Memang politik ini ikut membuat pasar invetasi wait and see. Melihat potensi keamanan dan kenyamanan investasi di Indonesia. Semoga segera selesai dan pasar segera bergairah," tambah Rudi.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved