Berita Surabaya

Khofifah Minta Bapenda Terus Maksimalkan Inovasi, Ini Tujuannya

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mendorong agar Bapenda terus melakukan maksimalisasi inovasi untuk bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD)

Khofifah Minta Bapenda Terus Maksimalkan Inovasi, Ini Tujuannya
surya/fatimatuz zahro
Gubernur Khofifah saat menghadiri Halalbihalal bersama para ASN di lingkungan Bapenda, Kamis (13/6/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Khofifah Indar Parawansa mendorong agar Bapenda Jawa Timur terus melakukan maksimalisasi inovasi untuk bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Jawa Timur. Dengan adanya inovasi yang tak kenal henti, ia optimistis bahwa tetesan kesejahteran pada warga masyarakat akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya pendapatan asli daerah Jawa Timur.

Menurut wanita yang juga sempat menjabat sebagai Menteri Sosial dan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini, banyak inovasi yang sudah dilakukan Bapenda yang patut diapresiasi. Bahkan, upaya jemput bola juga sudah banyak dilakukan. Namun ia mengatakan bahwa inovasi tidak boleh mengenal kata puas.

"Kami berharap akan ada proses yang terus bisa menginisiasi kemungkinan ekspansi inovasi yang bisa dimaksimalkan. Tentu pundi-pundi PAD ini ada di Bapenda, dan banyak upaya yang sudah dilakukan, sekarang kami berharap agar Bapenda tetap bisa memaksimalkan sistem yang sudah terkoneksi," kata Gubernur Khofifah saat menghadiri Halalbihalal bersama para ASN di lingkungan Bapenda, Kamis (13/6/2019).

Untuk itu, gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini meminta agar titik-titik pendapatan yang strategis dan potensial agar kembali dipantau dan dicek.

Sistem yang terkoneksi menurutnya penting agar bisa dijadikan upaya Bapenda dalam mendongkrak PAD Jawa Timur menjadi lebih efektif sehingga bisa memberikan PAD yang maksimal pada Pemprov Jawa Timur.

"Yang tentunya kita harapkan rakyat semakin sejahtera seiring dengan makin besarnya tetesan kesejahteraan yang diberikan Pemprov lewat peningkatan PAD Jawa Timur," tegasnya.

Inovasi layanan pembayaran di Bapenda Jatim sudah cukup banyak. Mulai adanya 35 kantor UPT, sebanyak 46 KB Samsat, 26 lokasi Drive Thru Samsat, 85 lokasi Samsat Payment Point, e-Samsat Jatkm dengan kerja sama enam bank nasional, dan juga adanya Samsat Pos.

Di sisi lain kegiatan Halalbihalal Gubernur Khofifah ke sejumlah titik di komplek kantor pemerintahan Jatim dan menyapa langsung para ASN disebut sebagai warming up pada seluruh jajaran untuk melaksanakan Nawa Bhakti Satya yang kini tengah berproses dalam penyusunan raperda RPJMD.

Ia memanfaatkan momen bertemu ASN untuk menyosialisasikan sembilan bhakti yang ada di Nawa Bhakti Satya dalam RPJMD.

"Mereka seyogyanya memahami apa itu sembilan program bhakti kita. Maka begitu RPJMD kita selesai menjadi perda mereka paham apa itu Jatim Sejahtera, Jatim Amanah, Jatim Berkah, maka kami berharap komunikasi ini adalah warming up nya," kata Khofifah.

Sebab begitu Perda RPJMD disahkan, kepala masing-masing OPD akan bergerak menyosisalisasikan dengan lebih detail apa itu sembilan bhakti yang lima tahun ke depan akan dilaksanakan untuk memuliakan warga Jawa Timur.

"Besok kita juga akan ada kegiatan serupa di Islamic Center dengan jajaran Dinas Pendidikan, cabang dinas, kepala sekolah. Sebelumnya kita juga sudah menyisir di beberapa titik rumpun OPD, harapan kami energi bisa terbangun dengan produktif setelah libur panjang dan sekaligus menjadi introduksi RPJMD kita yang kini sedang berproses di DPRD," pungkas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved