Berita Tulungagung

Cegah Penularan Malaria, Ini yang Dilakukan Dinkes Tulungagung

Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung mengumpulkan 10 rumah sakit dan 32 puskesmas, untuk membahas masalah malaria

Cegah Penularan Malaria, Ini yang Dilakukan Dinkes Tulungagung
surya/david yohanes
Kasi P2M Dinkes Tulungagung, Didik Eka, menunjukkan obat malaria oral dan injeksi. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung mengumpulkan 10 rumah sakit dan 32 puskesmas, untuk membahas masalah malaria, Jumat (13/6/2019). Ini dilakukan lantaran terdapat kasus malaria di Tulungagung karena penularan dari wilayah endemis.

“Kami melibatkan rumah sakit, puskemas, klinik swasta, dokter praktik pribadi untuk mencegah penularan malaria,” ucap Kasi P2M Dinkes Tulungagung, Didik Eka.

Menurut Didik, Tulungagung dinyatakan bebas malaria tahun 2015. Artinya, meskipun ada malaria bukan karena penularan di dalam wilayah Kabupaten Tulungagung.

Namun perlu kewaspadaan semua pihak, agar pasien malaria yang dari luar wilayah tidak menularkan di Tulungagung.

“Kami minta semua fasilitas kesehatan yang menemukan pasien malaria segera dilaporkan ke Dinkes,” tegas Didik.

Malaria disebabkan oleh parasit plasmodium.

Gejalanya demam, dan jika sudah kronis disertai warna kuning di selaput mukosa, seperti mata, kuku, lidah dan sebagainya.

Malaria bisa disembuhkan ada ada obatnya.

Obat disediakan gratis dengan dikendalikan oleh Dinkes.

“Obat ini tidak dijual bebas di apotek. Karena itu penting untuk melapor ke Dinkes jika ada temuan kasus,” sambung Didik.

Halaman
123
Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved