Liga 1 2019

Terkait Pengganti Pelatih Fisik, Djanur Ngaku Menyerah dan Serahkan kepada Manajemen Persebaya

Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman mengaku menyerah terkait perburuannya terkait pengganti pelatih fisik tim Bajul Ijo.

Terkait Pengganti Pelatih Fisik, Djanur Ngaku Menyerah dan Serahkan kepada Manajemen Persebaya
surya.co.id/habibur rohman
Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman saat memimpin latihan di Lapangan Polda Jatim, Selasa (11/6/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman mengaku menyerah terkait perburuannya terkait pengganti pelatih fisik tim Bajul Ijo.

Hal ini terjadi setelah manajemen Persebaya melepas pelatih fisik Rudy Eka Priyambada yang didatangkan awal musim lalu.

Meskipun terus bergerilya di tengah kompetisi bergulir, pelatih 60 tahun itu mengaku kesulitan mencari pelatih fisik yang masih free.

 “Manajemen sudah mencari, saya juga sudah membantu, tapi semua pelatih fisik yang ada di Indonesia sudah dipegang oleh klubnya, tidak ada pilihan lagi,” terang Djanur usai pimpin latihan tim di Lapangan Polda Jatim, Selasa (11/6/2019).

Ditambahkan Djanur, sejatinya pelatih fisik bidikan bersedia meninggalkan tim lamanya. Namun ia menilai, jika itu dilakukan tidak baik secara etika.

 “Mereka rata-rata mau, bahkan mereka mau meninggalkan klubnya, tapi kan gak mungkin secara etika,” tutur pelatih 60 tahun tersebut.

Sudah berusaha mencari sendiri, Djanur mengaku mulai kwalahan. Untuk itu, ia menyerahkan kepada manajemen untuk melengkapi pelatih fisik.

Meskipun penentuan akhir, disampaikan mantan pelatih Persib tersebut, semua berdasarkan koordinasi antara tim pelatih dan manajemen.

“Manajemen ke saya dulu, tanya ke saya dulu. Kemarin selama dua hari juga lagi nyari, saya komunikasi dengan pihak manapun yang ada di Indonesia, tidak ada. Makanya kemarin Pak Candra (manajer Persebaya) datang, saya sampaikan bahwa saya sudah angkat tangan, silahkan bantu saya kasih informasi,” tutur Djanur.

Djanur berharap, posisi pelatih fisik akan segera terisi. Karena menurutnya pelatih fisik dalam tim juga memegang peran penting.

Ia mencontohkan saat menimba ilmu manajemen kepelatihan di Eropa. Tim disana bahkan pelatih fisik terdiri dari beberapa pelatih dengan satu pelatih kepala pelatih fisik.

 “Saya kemarin sempat presentasi, saya memonitoring Intermilan, kebetulan bagian Intermilan. Asisten tekniknya ada 4 orang, pelatih fisiknya ada 4 orang, itu coaching staff itu seperti itu, kemudian pelatih fisik ada haedcoachnya, itu luar biasa,” ucap Djanur.

 “Kalau kami, ditanya pentingkah (pelatih fisik), ya sangat penting. Dengan hanya satupun bisa menolong,” pungkas pelatih asal Majalengka tersebut.

Penulis: Khairul Amin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved