Breaking News:

Pilpres 2019

Tanggapan Bijak Yunarto Wijaya Setelah Tahu Akan Dibunuh Oleh Pembunuh Bayaran Kiriman Kivlan Zen

Tanggapan bijak terlontar dari Yunarto Wijaya setelah mengetahui akan dibunuh oleh pembunuh bayaran kiriman Kivlan Zen.

Editor: Iksan Fauzi
Kolase/Kompas.com
Direktur Utama Charta Politika Yunarto Wijaya (kiri) dan Kivlan Zen (kanan). Tanggapan Bijak Yunarto Wijaya Setelah Tahu Akan Dibunuh Oleh Pembunuh Bayaran Kiriman Kivlan Zen 

"Saya pribadi dan keluarga sudah memaafkan dan tak memiliki dendam apapun baik kepada perencana maupun eksekutor," kata Yunarto kepada Kompas.com (jaringan SURYA.co.id), Rabu (12/6/2019).

Bukan hanya itu, Yunarto Wijaya mengaku justru akan belajar kembali tentang kasih.

Dengan memaafkan orang yang memusuhinya justru membuatnya merasa lebih bisa mensyukuri dan menikmati kehidupan.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal ketika konferensi pers di Kemenko Polhukam, Senin (27/5/2019).
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal ketika konferensi pers di Kemenko Polhukam, Senin (27/5/2019). (KompasTV)

Yunarto Wijaya pun mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya terhadap langkah-langkah pengamanan yang dilakukan Polri dan TNI yang berhasil membuat situasi menjadi kondusif.

Ia mengajak semua pihak mempercayakan proses hukum yang berjalan tanpa diiringi oleh tekanan dan ujaran kebencian dari pihak manapun.

"Kejadian ini harus dilihat bukan dalam konteks keselamatan orang-orang yang ditarget. Tapi bagaimana demokrasi kita yang telah tercemar. Tercemar ujaran kebencian yang tidak bisa 'membunuh' perbedaan. Tercemar dengan aneka rupa kebohongan yang anti terhadap keberagaman," kata dia.

Yunarto menambahkan, permainan politik identitas dalam perhelatan demokrasi harus diakui sering terjadi berbagai negara, meski bukan sesuatu yang diharapkan.

Tetapi, ketika dilumuri dengan berbagai ujaran kebencian dan hoaks, hasil akhirnya adalah terkoyaknya modal sosial sebagai bangsa.

"Ini bukan sekadar untuk disesali, tapi seyogianya menjadi pembelajaran bersama agar tak lagi terulang di waktu-waktu yang akan datang. Karena itu, jangan lelah untuk terus mencintai Indonesia. Memperkuat persatuan dan merawat kebinekaan dalam satu tarikan nafas sebagai manusia Indonesia," kata dia.

Jejak Irfansyah Si Pembunuh Bayaran Kerusuhan 22 Mei yang Disertir TNI AD, Ini Kata Petinggi Militer
Jejak Irfansyah Si Pembunuh Bayaran Kerusuhan 22 Mei yang Disertir TNI AD, Ini Kata Petinggi Militer (instagram)

Kronologi versi Irfansyah

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved