Pilpres 2019

Tanggapan Bijak Yunarto Wijaya Setelah Tahu Akan Dibunuh Oleh Pembunuh Bayaran Kiriman Kivlan Zen

Tanggapan bijak terlontar dari Yunarto Wijaya setelah mengetahui akan dibunuh oleh pembunuh bayaran kiriman Kivlan Zen.

Tanggapan Bijak Yunarto Wijaya Setelah Tahu Akan Dibunuh Oleh Pembunuh Bayaran Kiriman Kivlan Zen
Kolase/Kompas.com
Direktur Utama Charta Politika Yunarto Wijaya (kiri) dan Kivlan Zen (kanan). Tanggapan Bijak Yunarto Wijaya Setelah Tahu Akan Dibunuh Oleh Pembunuh Bayaran Kiriman Kivlan Zen 

SURYA.co.id | JAKARTA - Tanggapan bijak terlontar dari Yunarto Wijaya setelah mengetahui akan dibunuh oleh pembunuh bayaran kiriman Kivlan Zen.

Yunarto Wijaya yang juga Direktur Eksekutif Charta Politika ini salah satu orang yang mendapat ancaman. Ancaman pembunuhan juga ditujukan kepada empat tokoh pejabat di pemerintahan Presiden Joko Widodo ( Jokowi).

Yakni, Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Budi Gunawan, dan Staf Khusus Kepresidenan Gories Mere. 

Selasa (11/6/2019), Polri merilis dugaan dalang kerusuhan 22 Mei 2019. Menurut polisi, Yunarto Wijaya menjadi target pembunuhan yang direncanakan Mayjen (Purn) Kivlan Zen.

Salah satu dugaan pembunuh bayaran yang akan dilakukan oleh orang kiriman Kivlan Zen adalah Irfansyah.

Kini, Irfansyah berstatus tersangka kepemilikan senjata api ilegal.

Sebelumnya, Irfansyah mengaku mendapat perintah dari Mayjen (Purn) Kivlan Zen untuk membunuh Yunarto Wijaya.

Pengakuan Irfansyah disampaikan lewat rekaman video yang diputar Polri dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Jumpa pers itu dilakukan Kepala Divisi Humas Polri Irjen M Iqbal, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjend Sisriadi, dan beberapa pejabat Polri.

Setelah mengetahui adanya rencana pembunuhan tersebut, Yunarto Wijaya mengaku memaafkan orang-orang yang berniat membunuhnya.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved