Breaking News:

Pilpres 2019

Prabowo Minta MK Kabulkan Jadi Presiden RI ke-8, Tim Pengacara Contohkan Pemilu 4 Negara

Para pengacara kubu Prabowo Subianto-Sandiaga minta Mahkaham Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan pasangan 02 untuk jadi Presiden RI ke-8.

Editor: Iksan Fauzi
Warta Kota/henry lopulalan
Calon presiden Prabowo Subianto bersama mantan istrinya Titik Soeharto (kiri). Prabowo Minta MK Kabulkan Jadi Presiden RI ke-8, Tim Pengacara Contohkan Pemilu 4 Negara 

Jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 68.650.239 suara, sehingga selisih suara sebanyak 16.957.123.

"Menetapkan Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Nomor urt 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024," tuntut Prabowo.

Denny yakin Jokowi-Maruf didiskualifikasi

Anggota Tim Hukum Prabowo-Sandi, Denny Indrayana, menilai pasangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, seharusnya didiskualifikasi.

Menurut dia, cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin tidak memenuhi syarat formil karena masih tercatat memiliki jabatan sebagai Dewan Pengawas Syariah di Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah, yang dikategorikan kubu Prabowo-Sandi sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Menurut kami Pak Ma'ruf Amin tak memenuhi syarat formil sebagai cawapres. Karena itu seharusnya didiskualifikasi," kata Denny, ketika ditemui di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Selasa (11/6).

Dia menjelaskan, posisi Ma'ruf itu merupakan sesuatu yang mendasar. Pihaknya menemukan informasi dan mengumpulkan bukti-bukti mengenai jabatan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif itu.

"Saya tidak bicara kapannya, karena esensinya kami menemukan persoalan yang prinsipil," katanya.

Pada saat mendaftarkan diri sebagai cawapres, kata Denny, tidak dilakukan pencoretan terhadap posisi Ma'ruf di dua bank itu.

Namun, dia mengaku, tidak dapat menjelaskan secara detail mengenai informasi jabatan yang disandang Maruf.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved