Berita Surabaya

8 Sekolah di Jatim Raih Predikat Sekolah Ramah Anak (SRA), Begini Penjelasan Dindik Jatim

Dindik Jawa Timur memberikan penghargaan terhadap delapan sekolah yang berkomitmen dalam penyelenggaraan Sekolah Ramah Anak atau SRA

8 Sekolah di Jatim Raih Predikat Sekolah Ramah Anak (SRA), Begini Penjelasan Dindik Jatim
surya/sulvi sofiana
Penandatanganan penghargaan Sekolah Ramah Anak oleh Plt Kepala Dindik Jatim Hudiyono, Rabu ((12/6/2019). 

"Mereka (guru) harus menguasai pedagogi keguruannya untuk meminimalisir kekerasan yang sering terjadi di sekolah," jelasnya.

Komponen lainnya adalah terkait, sarana prasarana, partisipasi anak, orangtua dan lembaga masyarakat, dunia usaha, pemangku kepentingan lain serta alumni.

"Terkait kebijakan SRA ini berkaitan langsung dengan pakta integritas dalam mencegah kekerasan terhadap anak," tutur dia.

Kebijakan anti kekerasan, sambung Hudiyono harus berbentuk SK internal sekolah yang melibatkan semua warga sekolah baik guru maupun siswa.

"Paling tidak setiap sekolah di Jawa Timur harus mempunyai taman ilmu untuk memfasilitasi anak-anak dalam berdiskusi," paparnya.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Dindik Jatim, Ety Prawesti, menambahkan penerapan SRA harus memenuhi unsur aman, bersih dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, mampu menjamin memenuhi dan menghargai hak-hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan.

"Sekolah tidak boleh diskriminasi, serta harus mendukung partisiasi anak terutama dalam perencanaan kebijakan, pembelajaran, dan pengawasan anak di satuan pendidikan," tukas Ety.

Dalam menyelenggarakan SRA ini, Ety menekankan jika peran OSIS harus dioptimalkan. Ia menilai jika OSIS mampu menjadi model bagi teman-temannya untuk melakukan aktivitas yang positif.

"Jadi yang diharapkan pendekatannya ini pendekatan sebaya untuk merangkul mereka agar terhindar dari masalah kenakalan remaja," katanya.

Di sisi lain, menurut Ety, sekolah harus lebih memberikan kesempatan untuk anak terkait apa yang diinginkan dalam meningkatkan minat dan bakat melalui ekstrakulikuler, sehingga, mengutamakan pendapat anak atau siswa dalam berpendapat.

Halaman
123
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved