Berita Surabaya

8 Sekolah di Jatim Raih Predikat Sekolah Ramah Anak (SRA), Begini Penjelasan Dindik Jatim

Dindik Jawa Timur memberikan penghargaan terhadap delapan sekolah yang berkomitmen dalam penyelenggaraan Sekolah Ramah Anak atau SRA

8 Sekolah di Jatim Raih Predikat Sekolah Ramah Anak (SRA), Begini Penjelasan Dindik Jatim
surya/sulvi sofiana
Penandatanganan penghargaan Sekolah Ramah Anak oleh Plt Kepala Dindik Jatim Hudiyono, Rabu ((12/6/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur melalui Bidang Pembinaan SMA memberikan penghargaan terhadap delapan sekolah yang berkomitmen dalam penyelenggaraan Sekolah Ramah Anak (SRA).

Sekolah-sekolah ini telah melewati seleksi dari 38 kabupaten/kota se Jawa Timur. Kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan ini bertujuan untuk meningkatkan integritas sekolah yang mengutamakan unsur edukatif dalam menangani masalah kenalakan remaja.

Prinsipnya, sekolah harus menjamin kesempatan setiap anak untuk menikmati hak anak dalam menempuh pendidikan tanpa deskriminasi untuk penyandang disabilitas, gender, suku bangsa, agama dan latar belakang orangtua.

Plt Dindik Jatim, Hudiyono, mengatakan keberadaan SRA harus bisa memenuhi, menjamin dan melindungi hak anak.

Sekolah juga harus mampu memastikan jika satuan pendidikan mampu mengembangkan minat, bakat dan kemampuan anak serta mempersiapkan anak untuk bertanggung jawab.

Selain itu, mendidik anak untuk saling toleransi, menghormati dan bekerjasama untuk kemajuan dan semangat perdamaian penting untuk dipupuk.

"Diharapkan satuan pendidikan tidak hanya melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, tapi juga melahirkan generasi yang cerdas secara emosional dan spiritual," kata Hudiyono, Rabu (12/6/2019).

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Kesos ini menambahkan, ada enam komponen penting dalam penerapan SRA, yakni, kebijakan SRA, pelaksanaan proses pembelajaran yang ramah anak, Tenaga Kependidikan yang terlatih hak anak.

Artinya, guru harus menguasai dan paham bagaimana memahami anak.

Apalagi tidak boleh ada kekerasan secara fisik maupun verbal, sehingga guru harus mempunyai sikap kepedulian terhadap anak yang tinggi.

Halaman
123
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved