39 Ton Botol Plastik Bekas yang Jadi Alat Pembayaran Suroboyo Bus Dilelang Rp150 Juta

Sebanyak 39 Ton botol plastik bekas yang jadi alat pembayaran Suroboyo Bus, akhirnya dilelang dan laku seharga Rp150 juta.

39 Ton Botol Plastik Bekas yang Jadi Alat Pembayaran Suroboyo Bus Dilelang Rp150 Juta
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Petugas mengambil sampah plastik yang dibawa penumpang sebagai alat pembayaran untuk naik Bus Suroboyo 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra.

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebanyak 39 Ton botol plastik bekas yang jadi alat pembayaran Suroboyo Bus, akhirnya dilelang dan laku seharga Rp150 juta. 

"Sampai dengan Januari 2019, yang terkumpul sudah 39 ton," Kata Kepala Bappeko Surabaya, Eri Cahyadi, saat ditemui di Surabaya, Rabu (12/6/2019).

Sebanyak 39 Ton botol plastik itu, karena sudah ditetapkan sebagai kekayaan daerah,  maka sudah masuk kewenangan Dirjen Kekayaan Negara dan bukan lagi Pemkot Surabaya.

"Yang melaksanakan lelang bukan lagi Pemkot Surabaya, karena itu sudah ditetapkan sebagai kekayaan daerah. dan setelah dilelang kemarin, laku 150 Juta" tambah Eri.

"Dulu memang ditumpuk karena belum tahu, ini kekayaan daerah atau bukan. kita tidak boleh melelang sendiri kalau kekayaan daerah," ucap Eri.

Eri mengatakan, uang hasil lelang itu akan dimasukkan dalam anggaran APBD.

"Jadi satu sebagai PAD nanti baru dibelanjakan, sebagai belanjanya negara," tandas Eri.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved