Berita Surabaya

Penjual Rujak Cingur Rp 60 Ribu Jadi Tulang Punggung Keluarga, Biayai Suami Cuci Darah Tiap Pekan

Marmila mengaku penghasilannya berjualan rujak cingur, ia gunakan untuk membiayai pengobatan cuci darah suaminya yang tengah mengidap sakit ginjal.

Penjual Rujak Cingur Rp 60 Ribu Jadi Tulang Punggung Keluarga, Biayai Suami Cuci Darah Tiap Pekan
Tribunjatim.com/Luhur Pambudi
Pemilik warung rujak cingur Bu Mella, Marmila dan suaminya, saat ditemui di rumahnya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Warung rujak cingur Bu Mella di Wiguna Timur, kawasan Gunung Anyar Surabaya, viral. Pemiliknya adalah Marmila yang ternyata menjadi tulang punggung keluarganya.

Saat ditemui di rumahnya, Marmila mengaku sebagian uang penghasilannya berjualan rujak cingur, ternyata ia gunakan untuk membiayai pengobatan cuci darah suaminya yang tengah mengidap sakit ginjal.

"Kalau usaha saya ini ditutup, siapa yang bakal menghidupi keluarga saya. Suami saya ini cuci darah," katanya saat ditemui TribunJatim.com di kediamannya di kawasan Gunung Anyar, Surabaya, Selasa (11/6/2019).

Pemilik Warung Rujak Cingur Bu Mella Mengaku Dapat Teror, Marmila: Saya Difitnah

Pemilik Rujak Cingur Bu Mella akan Tetap Patok Harga Rp 60.000, Marmila: Cita Rasa Sepadan

VIRAL Rujak Cingur Kaki Lima Seporsi Rp 60 Ribu di Surabaya Ditertibkan Satpol PP
VIRAL Rujak Cingur Kaki Lima Seporsi Rp 60 Ribu di Surabaya Ditertibkan Satpol PP (Instagram)

Marmila menuturkan sekitar enam tahun lalu, penyakit ginjal itu menyerang suaminya.

Sejak 2014, Mila harus menunjukkan kesetiannya mengantar sang suami cuci darah secara rutin, seminggu dua kali.

"Sudah enam tahun, seminggu dua kali. Biasanya cuci darah Senin dan Kamis," kata nenek satu cucu itu.

Mila mengaku sebenarnya tidak mempermasalahkan beredarnya rekaman video di media sosial tentang rujak cingur olahannya itu.

Namun, beberapa hal yang kerap membuatnya merasa sedih, jika difitnah berjualan rujak cingur yang asal-asalan mematok harga, hingga diintimidasi oleh orang-orang tak dikenal sepanjang hari.

"Itu orang, kalau tidak beli juga tak apa-apa. Yang penting jangan merusak dagangan saya seperti itu," keluhnya.

"Sejak kemarin ada yang SMS saya tulisannya kata-kata dan kalimat yang tak patut. Nomor yang meneror saya itu banyak. Tapi tetap ada hikmahnya, pelanggan baru saya juga bertambah," ujarnya.

Gus Ipul, Gubernur Khofifah, dan Wagub Emil, Cangkrukan Bareng. Ini yang Diobrolkan

Warga Surabaya Bisa Urus Paspor di Pasar Atom Juli Mendatang

Ahmad Dhani Tak Bisa Langsung Dipindah ke Rutan Cipinang Jakarta, Begini Penjelasan Kejati Jatim

Halaman
12
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved