Mustasyar NU Probolinggo Hasan Aminuddin Beri Pesan Perdamaian di Momentum Tradisi Kupatan

Tokoh masyarakat dan lainnya, secara lantang mengecam dan mengutuk aksi apapun yang berpotensi mengganggu jalannya proses persidangan di MK

Mustasyar NU Probolinggo Hasan Aminuddin Beri Pesan Perdamaian di Momentum Tradisi Kupatan
surabaya.tribunnews.com/galih lintartika
Hasan Aminuddin, Mustasyar NU Kabupaten Probolinggo 

SURYA.co.id | PROBOLINGGO - MAajelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo menyampaikan pesan perdamaian di momentum peringatan tradisi kupatan pasca lebaran.

Dalam pesan itu, MUI mengajak masyarakat untuk menolak kerusuhan atau kekerasan dalam bentuk apapun menjelang sidang perdana sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo, Muhammad Yasin mengatakan, permintaan itu pun langsung disebar di seluruh penjuru di Probolinggo.

"Sudah saya sampaikan ke saudara kami semua. Baik muslim maupun non muslim, untuk tidak ikut - ikutan gaduh saat sidang perdana sengketa Pilpres di MK," katanya.

Ia menyampaikan, berpartisipasi tidak harus bikin aksi. Cukup duduk di rumah, menyaksikan jalannya sidang dan tunggu hasil keputusannya. Apapun keputusannya harus dihormati.

"Ini proses sebuah demokrasi, ketika ada gejolak dan harus dilanjutkan dalam sidang sengketa,harus dihargai dan dihormati. Dalam sidang, akan diuji kebenaran sesuai dengan fakta hukum, dan yang benar akan benar, dan salah akan bersalah," terangnya.

Mustasyar NU Kabupaten Probolinggo, Hasan Aminuddin pun menyepakati hal itu. Secara pribadi, tokoh masyarakat ini secara lantang mengecam dan mengutuk aksi apapun yang berpotensi mengganggu jalannya proses persidangan.

Ia menyampaikan, prosesnya ini sudah mau sidang, jadi jangan sampai ada aksi yang nantinya akan menimbulkan kegaduhan bahkan berujung pada aksi kerusuhan. Ia menghimbau, kepada masyarakat untuk tetap slow dan tidak terpancing dengan situasi politik di Jakarta.

"Katakan tidak pada kerusuhan dan anarkis. Kami segenap masyarakat Probolinggo, tegas menolak kerusuhan dan aksi damai yang berujung bentrok," urainya.

Ia mengajak, semua masyarakat untuk menjaga NKRI ini. Dijelaskan dia, menjaga stabilitas keamanan negara dan bangsa ini, bukan semata tanggung jawab Aparat Penegak Hukum (APH). Kata dia, segenap masyarakat Indonesia juga punya kewajiban untuk menjaga situasi agar tetap aman, damai dan kondusif.

"Kami doakan, agar TNI - Polri bisa sabar dan kuat dalam mengamankan jalannya sidang besok. Semoga semuanya lancar , aman dan damai. Bagi kami, NKRI harga mati, jadi kami akan dukung TNI - Polri untuk tindak tegas oknum yang dengan sengaja ingin merusak tatanan negeri ini dan menebar teror. Tindak tegas dengan hukum yang berlaku," pungkas dia.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved