Pilpres 2019

Merasa Dihakimi, Eks Komandan Tim Mawar Tuntut Majalah Tempo Minta Maaf, Isi Laporan ke Dewan Pers

Pelaporan itu lantaran Chairawan merasa dihakimi oleh artikel yang dimuat di Majalah Tempo.

Editor: Iksan Fauzi
WARTA KOTA/henry lopulalan
Ilustrasi. Truk petugas membelah ribuan massa Aksi 22 Mei di depan gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/209). Merasa Dihakimi, Eks Komandan Tim Mawar Desak Majalah Tempo Minta Maaf, Ini Laporannya ke Dewan Pers 

Saat menyambangi rumah Prabowo Subianto, Fauka Noor Farid mengaku hanya sebatas silaturahmi saja. Tak hanya itu, kedatangannya itu juga terkait jabatannya sebagai Ketua Garda Prabowo.

"Ke sana saya hanya sekedar berkunjung saja silaturahmi. Kalau terus kemudian dalam rangka Pilpres, kan saya juga harus tahu perkembangan Pilpres itu," kata Fauka di Jakarta Timur, Senin (10/6/2019).

Seperti diketahui, Prabowo merupakan mantan pimpinan Fauka Noor Farid saat sama-sama masih di korps Kopassus.

Dalam kaitannya dengan kerusuhan 22 Mei, Fauka Noor Farid mebantah terlibat dalam perancangan kerusuhan tersebut.

Bahkan, dalam kunjungan menemui mantan Prabowo, Fauka Noor Farid juga menuturkan tak ada pembicaraan terkait aksi 22 Mei di Bawaslu RI.

Ia memaparkan, tak ada rencana pengerahan massa pendukung Prabowo ke kantor Bawaslu RI yang menolak laporan dugaan kecurangan dari Badan Pemenangan Nasional ( BPN).

"Tidak ada yang namanya merencanakan. Saya tidak pernah ikut merencanakan atau pun hadir dalam rapat-rapat pengerahan massa, dan tidak ada itu di situ (perencanaan aksi 22 Mei), tidak ada," ujarnya.

Kericuhan peserta aksi unjuk rasa terjadi di Jalan KH Wahid Hasyim arah perempatan jalan Sabang, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019) malam.
Kericuhan peserta aksi unjuk rasa terjadi di Jalan KH Wahid Hasyim arah perempatan jalan Sabang, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019) malam. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Kenal Abdul Gani

Namun, Fauka Noor Farid mengaku kenal dengan Abdul Gani yang diduga terlibat dalam kerusuhan 22 Mei 2019.

Fauka Noor Farid mengatakan, Abdul Gani Namun pernah mengajukan diri bergabung di Garda Prabowo namun permintaannya belum disetujui.

"Saya baru kenal satu bulan, dia (Abdul Gani) minta saya dia masuk anggota Garda, tapi kan saya belum iya kan. Karena untuk masuk jadi anggota Garda itu ingat, itu tidak boleh sembarangan," tuturnya.

Sofjan Jacob tersangka dugaan makar

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, membenarkan kabar yang menyatakan bahwa mantan Kapolda Metro Jaya Komisaris Jenderal (Purn) Polisi Muhammad Sofyan Jacob telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar.

Kasus ini ditangani oleh Polda Metro Jaya setelah dilimpahkan oleh Bareskrim Polri.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved