Berita Surabaya

Tahan 'Balas Dendam' Makan saat Lebaran bagi Penderita Obesitas

Penderita obesitas selama menjalankan puasa Ramadan dengan asupan makanan yang benar akan mendapatkan hasil yang memuaskan

Tahan 'Balas Dendam' Makan saat Lebaran bagi Penderita Obesitas
istimewa
Pakar Gizi Universitas Airlangga Dr Ir Annis Catur Adi MSi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penderita obesitas selama menjalankan puasa Ramadan dengan asupan makanan yang benar akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Pengurangan berat badan dan stamina menjadi lebih baik setelahnya.

Selain sebagai ibadah, puasa juga bisa sebagai cara dan niat mencegah dan menanggulagi obesitas. Biasanya selama puasa yang benar seseorang bisa menurunkan berat badan mulai 2,5-5 kilogram.

Puasa yang benar yaitu puasa dengan adanya tuntunan jenis makanan yang dimakan dan tidak boleh (haram) makan berlebihan. Penurunan berat badan selama puas juga terjadi karena selama puasa terjadi penurunan frekuensi akan dan adanya jeda makan.

Bahkan yang punya niat serius menurunkan berat badan bisa menurunkan berat badannya lebih dari lima kilogram.

Apalagi diet selama bulan puasa lebih ringan karena lingkungan sekitar mendukung. Sehingga tidak mudah tergoda makan.

Jadi jika saat berpuasa malah menjadi obes berarti ada yang tidak tepat cara berpuasanya

Biasanya terjadi balas dendam "habis lapar" kemudian saat buka puasa makan berlebihan dan biasanya yang manis dan berlemak.

Untuk menjaga pola makan setelah berpuasa,khususnya saat pekan lebaran datang. Penderita obesitas minimal tidak kembali makan berlebihan.

Kemudian tetap makan teratur dan memulai kembali aktivitas fisiknya atau olah raga yang mungkin sempat ditunda saat puasa karena takut haus.

Kemudian niat untuk konsumsi gizi seimbang harus dilakukan dengan memperbanyak sayur, buah dan minum air putih.

Serta batasi karbohidrat dan lemak dalam makanan yang dikonsumsi.

Jika ingin tetap menurunkan berat badan maka saat puasa ramadan selesai bisa dilanjutkan dengan puasa sunnah. Seperti puasa syawal, puasa Senin-Kamis dan puasa sunnah lainnya.

Saat lebaran, sebenarnya masih bisa menikmati makanan khas lebaran hanya saja dibatasi. Dan memilih sajian yang banyak mengandung buah atau sayur. Serta awali dengan minum sebelum makan besar.

Pakar Gizi Universitas Airlangga Dr Ir Annis Catur Adi MSi

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved