Berita Gresik

Paska Lebaran, Harga Bahan Pokok di Gresik Malah Naik. Begini Penjelasan Diskoperindag

Paska hari raya Idul Fitri 1440 H, harga bahan pokok di Kabupaten Gresik mulai merangkak naik.

Paska Lebaran, Harga Bahan Pokok di Gresik Malah Naik. Begini Penjelasan Diskoperindag
Tribunjatim.com/Willy Abraham
Salah satu pedagang di Pasar Baru Gresik. Harga bahan pokok di Kabupaten Gresik mulai merangkak naik seusai Lebaran, Senin (10/6/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK – Paska hari raya Idul Fitri 1440 H, harga bahan pokok di Kabupaten Gresik mulai merangkak naik. Kenaikan tersebut hampir di seluruh bahan pokok.

Menurut data Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik 10 bahan pokok naik dan 4 bahan pokok turun. Kenaikan terjadi pada bawang putih dari yang semula harganya Rp 33.143 per kg menjadi Rp 34.500.

Kemudian bawang merah yang semula harganya Rp 25.200 per kg menjadi Rp 26.700. Sementara untuk cabai merah, cabai rawit serta beras mengalami kenaikan sekitar Rp 100 hingga Rp 500 rupiah per kilogram.

“H+3 lebaran baru naik,” ujar Marlena, salah satu pedagang sembako di Pasar Baru Gresik.

Marlena menuturkan kenaikan paling tinggi memang dialami pada bawah putih dan bawang merah.

"Tidak berpengaruh sama penjualan. Pembeli masih ramai yang beli karena kebutuhan," sambungnya.

Kendati mengalami kenaikan, Kepala Diskoperindag Gresik, Agus Budiono, menyebut masih dalam taraf wajar.

Kenaikan harga bahan pokok di pasar sudah biasa terjadi, lebih lagi setelah Lebaran.

"Mereka mengambil kesempatan setelah Lebaran karena banyak orang membutuhkan. Ini termasuk psikologis pasar,” ujar Agus.

Agus mengaku tetap memantau harga pasar agar tetap stabil.

Pihaknya sudah menempatkan petugas di masing-masing pasar tradisional.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, kemungkinan setelah Lebaran ketupat harga akan kembali normal,” pungkasnya.

Penulis: Willy Abraham
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved