Berita Entertainment

Ayah Dewi Perssik Meninggal Dunia Karena Diabetes, Berikut Tips Hidup Sehat Bebas Gula ala Ahli

Ayah Dewi Perssik Meninggal Dunia Karena Diabetes, Begini Tips Hidup Sehat Bebas Gula ala Ahli

Ayah Dewi Perssik Meninggal Dunia Karena Diabetes, Berikut Tips Hidup Sehat Bebas Gula ala Ahli
Instagram
Ayah Dewi Perssik Meninggal Dunia Karena Diabetes, Begini Tips Hidup Sehat Bebas Gula ala Ahli 

Bila seseorang minum jus 150 kalori per hari sama saja menumpuk ekstra seribu kalori per minggu. Minuman tersebut bukan asupan yang sehat, juga bukan nutrisi.

Lebih baik membuat minuman sendiri dari buah segar. Tak perlu ditambah gula/pemanis karena ada gula asli yang berasal dari buah.

Bila doyan smoothie, tambahkan yoghurt Yunani, keju cottage, tofu, atau bubuk protein sebagai penyeimbang, dan membuat rasa lebih enak.

4. Bawa bekal sendiri

Membawa bekal jelas lebih sehat dan lebih hemat daripada membeli atau jajan sembarangan.

Kita juga tidak tahu berapa kandungan gula dan garam yang ada di jajanan tersebut. Maka lebih baik membawa bekal.

5. Mengonsumsi aneka buah

Kandungan vitamin, mineral, dan beberapa mikronutrien di dalam buah juga sangat dibutuhkan untuk menjaga kebugaran tubuh.

Selain itu kandungan air di dalam buah yang cukup tinggi dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Usahakan mengonsumsi buah aneka warna, karena semakin variatif buah yang kita makan, semakin banyak fitonutrien yang kita peroleh.

Asal tahu saja, karotenoid yang memberi warna merah atau jingga pada buah memiliki bahan antioksidan.

Sementara pada buah berwarna ungu mengandung antosianin, yakni antioksidan kuat yang baik bagi kesehatan.

Manfaat Beras Hitam untuk Penderita Diabetes

Dokter selalu menganjurkan penderita diabetes untuk menghindari mengonsumsi nasi putih lantaran kadar gula yang terdapat di dalamnya.

Dibanding dengan jenis nasi lainnya, nasi putih ternyata memiliki kadar serat yang lebih sedikit.

Bicara nasi, hampir seluruh masyarakat Indonesia terbiasa mengonsumsi nasi yang berasal dari beras putih.

Selain harganya lebih murah, patut diakui rasanya pun memang lebih enak.

Namun dengan alasan kesehatan, kini banyak orang yang berbondong-bondong mengurangi atau bahkan menghindari mengonsumsi nasi putih.

Terutama bagi penderita diabetes dan mereka yang sedang berdiet, alih-alih makan nasi putih, para ahli merekomendasikan jenis beras lain seperti beras merah, beras cokelat, dan kini beras hitam.

Gejala dan Penyebab Kanker Darah (Leukemia) yang Merenggut Nyawa Ibu Ani Yudhoyono Istri SBY

Ustadz Arifin Ilham Menderita Kanker Getah Bening hingga Meninggal, Makanan Rumahan Bisa jadi Pemicu

Mengenali Penyakit Gula Darah, Efek yang Ditimbulkan serta Diabetes dan Komplikasinya

Beras hitam, meskipun baru dianjurkan hari-hari ini, sejatinya adalah varietas beras langka dan sangat tua yang telah tumbuh di India selama berabad-abad.

Namun pada masa Tiongkok Kuno beras hitam hanya boleh dikonsumsi oleh bangsawan dan orang kaya.

Masyarakat biasa dilarang menanam atau memakannya sehingga sejak saat itu beras hitam mendapatkan label yang terkenal sebagai beras terlarang.

Kini beras hitam sudah tidak lagi dilarang dan banyak dibudidayakan sebagai alternatif pangan yang sehat.

Joanna Brooke, Ahli Nutrisi Makrobiotik dan Praktisi Kesehatan dari RS Bethesda di Amerika Serikat mengatakan, beras hitam memiliki kandungan yang baik untuk penderita diabetes, pasien penyakit jantung dan pasien yang sedang menjalani diet mengurangi gula dan karbohidrat.

Selain itu beras hitam juga sangat bagus untuk kulit dan rambut karena kandungan vitaminnya.

Pun, kandungannya dapat membantu aktivitas otak agar berjalan dengan baik. 

Untuk diketahui, warna hitam pekat atau ungu dari beras hitam adalah penanda sifat antioksidannya yang tinggi, mirip dengan buah blackberry dan blueberry.

 Yang mencengangkan, sebuah studi yang dijalankan oleh kementerian kesehatan Norwegia pada tahun 2017 menemukan, jumlah antioksidan dan antosianin (sejenis zat yang bermanfaat melawan kanker),  yang terkandung dalam beras hitam lebih tinggi daripada biji-bijian lainnya, termasuk beras merah, beras merah, quinoa merah, atau varietas biji-bijian utuh berwarna lainnya.

Antosianin dapat membantu mencegah penyakit kardiovaskular, membatasi radikal bebas yang dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti diabetes dan bahkan kanker.

Karena beras hitam tidak mengalami penyulingan atau pemrosesan, ia dapat mempertahankan antioksidan, vitamin, mineral, dan seratnya sehingga dapat meningkatkan fungsi otak dan mengurangi peradangan.

Nasi hitam juga mengandung antioksidan penting yaitu vitamin E, yang berguna dalam menjaga kesehatan mata, kulit, dan kekebalan tubuh.

Fitonutrien dalam beras hitam juga membantu hati mengeluarkan racun dan menghilangkan zat yang tidak diinginkan dalam tubuh melalui aktivitas antioksidannya.

Makan nasi yang berasal dari beras hitam akan berdampak positif pada kadar kolesterol sehat juga.

Fitokimia anthocyanin yang ditemukan dalam beras hitam, mengurangi kolesterol Low Density Lipo-protein (LDL) yang juga dikenal sebagai kolesterol jahat dan juga menurunkan kadar kolesterol total.

Buku 'Healing Foods' oleh DK Publishing (London, 2014) mencatat, beras hitam telah terbukti secara aktif mengurangi atheroschlerosis (pengerasan pembuluh darah) yang berisiko menimbulkan penyakit jantung.

Jika dibandingkan dengan beras putih yang biasa kita konsumsi, beras hitam memiliki kandungan serat dan protein yang sangat tinggi.

Protein sangat penting dalam membangun massa otot dan mengurangi berat badan berlebih sehingga akan mendukung program penurunan berat badan.

Beras hitam mengandung 8,5 gram protein dalam porsi 100 gram, sedangkan beras putih hanya mengandung 6,8 gram protein.

Indeks glikemil beras hitam juga terendah dibandingkan beras merah, apalagi beras putih sehingga paling aman untuk penderita diabetes.

Penulis: Akira Tandika Paramitaningtyas
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved