Berita Surabaya

2 Saksi Ahli yang Didatangkan Kuasa Hukum Vanessa Angel Nilai Negara Harus Atur Delik Prostitusi

Pihak Vanessa Angel menghadirkan ahli hukum pidana dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Iblam Jakarta dalam sidang lanjutan

2 Saksi Ahli yang Didatangkan Kuasa Hukum Vanessa Angel Nilai Negara Harus Atur Delik Prostitusi
TribunJatim.com/Syamsul Arifin
Dr Ahmad Yulianto SH, ahli Pidana dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Iblam Jakarta, saat berikan tanggapan dalam sidang kasus Prostitusi Online yang menjerat Vanessa Angel 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pihak Vanessa Angel menghadirkan ahli hukum pidana dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Iblam Jakarta, Dr Ahmad Yulianto SH, sebagai saksi ahli dalam sidang lanjutan, Senin (10/6/2019). Dalam sidang tersebut, saksi menilai bahwa pasal yang ditujukan kepada Vanessa angel tidak tepat.

Yulianto berdalih bahwa pasal tentang prostitusi itu tidak diatur. Setelah menjadi saksi ahli dalam kasus dugaan penyebaran konten asusila yang dialami Vanessa, Yulianto menyebutkan bahwa seharusnya negara mengatur delik prostitusi.

"Karena di negara kita ini yang namanya delik prostitusi itu tidak diatur. Jadi pasal pidana tentang pelacuran itu belum ada. Di indonesia itu asas legalitas (Nullum Delictum Noela Poena Lege Poena sine) tidak boleh orang dihukum tanpa berdasarkan undang-undang," ujarnya, Senin, (10/6/2019).

Oleh karena itu, Yulianto menegaskan pihaknya bukan berarti membenarkan perbuatan asusila akan tetapi Negara haruslah membuat delik tentang prostitusi.

"Kalau tidak, nanti semua berdebat. Maka saya hanya menjelaskan itu. Delik-delik pidana kita itu belum bisa menghukum pelacur itu intinya," paparnya.

Adapun kesaksian dari ahli ITE menyebutkan bahwa bukti percakapan dari Vanessa dengan mucikarinya adalah bersifat privasi.

"Apalagi kalau ini chatnya antar dua orang masuknya privasi jadi tidak bisa dijadikan barang bukti," tandas saksi ahli ITE lainnya, Ahmad Dwi Putranto.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

Penulis: Samsul Arifin
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved