Berita Bojonegoro

Janjikan Jadi Perangkat Desa Setelah Bayar Ratusan Juta, Kades Sraturejo Diciduk Polres Bojonegoro

Supriyadi (42), Kades Sraturejo, Kecamatan Baureno, pasrah ketika diamankan petugas kepolisian Polres Bojonegoro seusai tipu warganya ratusan juta.

Janjikan Jadi Perangkat Desa Setelah Bayar Ratusan Juta, Kades Sraturejo Diciduk Polres Bojonegoro
SURYA.co.id/M. Sudarsono
Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli saat mengungkap kasus Kades Sraturejo yang tipu warganya. 

SURYA.co.id | BOJONEGORO - Supriyadi (42), Kepala Desa (Kades) Sraturejo, Kecamatan Baureno, pasrah ketika diamankan petugas kepolisian Polres Bojonegoro belum lama ini.

Dia ditangkap karena menjanjikan warganya bisa menjadi perangkat desa, dengan menjamin lulus tes perangkat yang diselenggarakan serentak pada 2017.

Namun hal itu tidak terbukti, empat warga yang sudah menyerahkan uang total senilai Rp 345 juta tak kunjung jadi berangkat hingga sekarang.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli mengatakan, Kades Sraturejo dilaporkan oleh keempat warganya yang merasa ditipu karena dijanjikan lulus perangkat desa namun tidak terbukti.

Merasa dirugikan karena sudah membayar sejumlah uang yang cukup banyak, korban yaitu M Sukisno (52), M Sujoko (49), Suyitno (48) dan Mardi (43), melapor ke polisi.

"Kades kita tangkap karena dilaporkan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan oleh ke empat warganya. Modusnya bisa mengkondisikan panitia, namun pada kenyataannya tidak bisa," Ujar Kapolres kepada wartawan, Minggu (9/6/2019).

Dia menjelaskan, berdasarkan penjelasan tersangka uang dari para korban yang tak lulus ujian tidak dikembalikan, karena telah habis dipergunakan untuk kepentingan pribadi.

Usai ditangkap, Kades langsung digelandang ke Mapolres untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yaitu pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP tentang penipuan dan atau Penggelapan, ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun.

"Jadi kades merayu kepada para korbannya dengan menjanjikan bisa lulus ujian perangkat, korban yang tergiur langsung mau dan membayar sejumlah uang. Tersangka sudah kita proses," Pungkasnya.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Akira Tandika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved