Berita Surabaya

Mengintip Keindahan Taman Harmoni Keputih saat Libur Lebaran 2019

Bermekaran dan berwarna-warni, dua kata inilah yang menggambarkan keindahan Taman Harmoni Keputih.

Surya.co.id/Habibur Rohman
Pengunjung melakukan swafoto dan menikmati suasana Taman Harmoni keputih yang memasuki musim berbunga, Sabtu (8/6/2019). Bunga matahari yang sedang mekarpun mejadi tempat favorit selain hutan bambu yang lokasinya berdekatan. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Bermekaran dan berwarna-warni, dua kata inilah yang menggambarkan keindahan Taman Harmoni Keputih. Memasuki musim berbunga kali ini, ratusan bunga sedang berkemaran dan menjadi daya pikat bagi para pengunjung.

Terletak di Jalan Keputih Tegal Timur no 241 Keputih Sukolilo Surabaya, tempat bekas pembuangan sampah ini kini telah disulap menjadi wisata ruang publik yang instagramable.

Ada berbagai bunga di taman yang ada sejak 2014 ini, seperti bunga tabebuya, bunga pagoda, bunga sepatu, bunga mawar, bunga matahari, dan lain sebagainya.

Bunga-bunga tersebut diklasifikasikan menjadi beberapa blok sesuai jenis dan warnanya. Ada yang warna merah, kuning, putih, oranye, merah muda, dan lain sebagaianya.

Di antara sekian banyak bunga, bunga matahari menjadi bunga yang paling digemari sebagai latar untuk berswafoto. Para pengunjung tampak memenuhi lahan bunga yang berwarna kuning cerah ini pada Sabtu (8/6). Bahkan beberapa tampak menginjak tanah yang seharusnya tidak boleh dilewati.

Selain berswafoto, pengunjung yang datang juga tampak menggelar tikar untuk berpiknik dan duduk-duduk santai di bawa rindah pohon diselingi angin sepoi-sepoi yang berhembus.

Di taman ini juga tersedia berbagai fasilitas seperti musholla dan kamar mandi. Juga ada area bermain anak dengan beragam wahana seperti ayunan, seluncuran, jungkat-jungkit, dan lain sebagainya.

Ada juga pedagang kaki lima yang menjajakkan makanan dan minuman yang bisa mengganjal perut dan melepas dahaga.

Selain bersantai di Taman Harmoni Keputih, para pengunjung juga berwisata di Hutan Bambu yang letaknya tidak terlampau jauh.

Rendy Hilman (26), warga Lakarsantri Surabaya menuturkan bahwa taman tersebut dapat menjadi ikon Kota Surabaya.

"Selama ini, Surabaya kan identik kota yang padat dan panas. Orang-orang biasanya harus ke luar kota seperti ke Batu untuk bisa melihat taman bunga. Semoga taman ini bisa lebih baik lagi supaya bisa menjadi destinasi wisata yang diburu bukan hanya warga Surabaya, tapi juga luar kota," tutur Rendy.

Rendy juga menuturkan bahwa bunga matahari memang salah satu bunga yang eyecatching.

"Di kota-kota besar seperti Surabaya kan memang jarang ada bunga matahari, jadi wajar kalau bunga matahari jadi bunga yang ditunggu-tunggu untuk mekar. Kalau sudah mekar, dibuat foto-foto," pungkasnya.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved