Standard and Poor’s Menaikkan Rating Pelindo III Menjadi BBB+

Rating tersebut mencerminkan potensi dukungan pemerintah pada Pelindo III karena kepentingan strategis dari pelabuhan

Standard and Poor’s Menaikkan Rating Pelindo III Menjadi BBB+
Istimewa
Crane bongkar muat di pelabuhan yang dikelola Pelindo III. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Standard and Poor’s atau juga dikenal dengan S&P telah menaikkan rating PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III menjadi BBB- dari sebelumnya BB+.

"Rating tersebut mencerminkan potensi dukungan pemerintah pada Pelindo III karena kepentingan strategis dari pelabuhan," kata Direktur Utama Pelindo III, Doso Agung, dalam rilisnya, Jumat (7/6/2019).

Selain itu, rating Pelindo III yang saat ini menjadi BBB- dengan outlook stable mencerminkan bahwa posisi Pelindo III saat ini sebagai kategori investment grade dan menunjukkan sebagai salah satu perusahaan pelabuhan utama di Indonesia.

Kemudian kemampuan perseroan juga dianggap mampu mempertahankan marjin yang stabil dan proteksi arus kas yang kuat.

Doso Agung juga melihat bahwa peningkatan rating tersebut juga didukung oleh kondisi ekonomi Indonesia yang secara konsisten lebih baik daripada negara-negara peers dengan tingkat pendapatan yang sama.

"Kenaikan rating S&P merefleksikan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat sehingga diharapkan dapat mendukung ekspansi usaha dan industri pelabuhan.

Pelindo III semakin percaya diri karena dipandang memiliki kemampuan yang kuat untuk memenuhi komitmen keuangan dalam jangka panjang," ungkapnya.

Direktur Keuangan Pelindo III, Iman Rachman menambahkan, rating didasarkan pada data dan informasi yang diperoleh S&P dari Pelindo III serta laporan keuangan tahun 2018 dan proyeksi tahun 2019.

“Hal yang mendasari Pelindo III mendapat kenaikan rating menjadi BBB- adalah potensi dukungan pemerintah terhadap program pengembangan pelabuhan. Mengingat Pelindo III merupakan salah satu pengelola pelabuhan utama di Indonesia yang ikut menjaga stabilitas ekonomi bangsa. Terlebih lagi, 100 persen saham Pelindo III dimiliki oleh pemerintah,” katanya.

Sementara itu, rating Stable Outlook diberikan atas dasar kemampuan perusahaan dalam menjaga stabilitas usaha yang dijalankan dan mengelola kas operasional secara sehat.

"Rating tersebut itu akan dipertahankan dan dapat dinaikkan jika Pelindo III mampu mewujudkan segala harapan atas investasi yang telah dilakukan di proyek strategis, seperti di Terminal Teluk Lamong ataupun di Terminal Petikemas Surabaya. Bukan hanya itu, Pelindo III juga diharapkan mampu meningkatkan rasio keuangan secara bertahap," jelasnya.

Sekretaris Perusahaan Pelindo III, Faruq Hidayat mengungkapkan pengelolaan kas operasional yang sehat di Pelindo III juga dibarengi dengan peluang pertumbuhan arus peti kemas yang mencapai 8 persen dan pertumbuhan kunjungan kapal yang secara bobot dalam satuan groston (GT) naik 10 persen.

"Pertumbuhan arus peti kemas dan tingkat kunjungan kapal selalu tercapai setiap tahunnya seiring dengan meningkatnya kualitas fasilitas dan pelayanan yang diberika pada pengguna jasa di pelabuhan dan terminal yang dikelola Pelindo III di 7 provinsi di Indonesia," tandasnya.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved