Berita Surabaya

Puluhan Ribu UKM di Surabaya Belum Punya Hak Kekayaan Intelektual

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, mengingatkan pentingnya sertifikasi sebagai bekal menghadapi era perdagangan bebas dan industri 4.0

Puluhan Ribu UKM di Surabaya Belum Punya Hak Kekayaan Intelektual
SURYA.co.id/Delya Octovie
Risma saat mengunjungi konter pelayanan HKI di Gedung Siola 

Sebab, perdagangan bebas yang mulai diterapkan tahun depan, akan berdampakn secara langsung pada perdagangan barang dan jasa.

Ia berharap, masyarakat tidak terus berada di zona nyaman, karena ke depan persaingan global akan semakin ketat.

“Cuman saya harus mengingatkan kembali kepada warga, untuk kita bisa siap semuanya," ujarnya.

Risma menambahkan, banyak warga Surabaya yang mempunyai keahlian di bidangnya.

Akan tetapi, mereka tidak memiliki sertifikasi yang mendukung untuk pekerjaannya itu.

Risma mengingatkan kepada masyarakat akan pentingnya sertifikasi dalam menyongsong era persaingan global.

"Karena itu memang kita harus menyiapkan. Makanya kita mulai beberapa tahun itu kita bantu untuk sertifikasi gratis," katanya.

Sebelumnya, awal Januari lalu, ia sudah memberikan 150 kuota untuk pendaftaran gratis saat peluncuran konter permohonan HKI di Gedung Siola dan langsung habis.

Maka dari itu, ke depan Risma memastikan bakal kembali menambah kuota gratis pengurusan hak merek ataupun hak paten untuk mendukung para pelaku UMKM di Surabaya agar memiliki sertifikasi.

"Kita akan tambah lagi, nah saya berharap ini kita terus lakukan supaya kita tidak kalah, hanya karena kita tidak punya sertifikasi itu," pungkasnya.

Selama ini, setiap mendaftarkan merek produk, hak paten, dan sejenisnya dikenakan tarif sekitar Rp 1,8 juta.

Prosesnya cukup lama, karena menunggu sertifikat keluar paling cepat enam bulan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Penulis: Delya Octovie
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved