Berita Surabaya

Puluhan Ribu UKM di Surabaya Belum Punya Hak Kekayaan Intelektual

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, mengingatkan pentingnya sertifikasi sebagai bekal menghadapi era perdagangan bebas dan industri 4.0

Puluhan Ribu UKM di Surabaya Belum Punya Hak Kekayaan Intelektual
SURYA.co.id/Delya Octovie
Risma saat mengunjungi konter pelayanan HKI di Gedung Siola 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dari 10.600 anggota Pahlawan Ekonomi (PE) dan Pejuang Muda (PM), baru segelintir pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sudah mengantongi sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) seperti hak merek dan hak paten.

Agus Wahyudi, Humas PE, menyebut pelaku UMKM yang memiliki HKI masih di bawah 10 persen.

"Ada yang sudah turun kemarin itu 45 UMKM dapat sertifikasi halal. Tapi kalau yang hak merek, itu di bawah 45 UMKM dan masih proses. Mungkin karena prosesnya lama ya. Kalau halal itu bisa 1,5 tahun, merek juga 1,5 tahun pengurusannya," tutur pria yang akrab disapa Yudi ini, Jumat (7/6/2019).

Selain lamanya proses, Yudi mengatakan ada beragam alasan mengapa banyak UMKM belum punya HKI, di antaranya adalah tidak tahu informasi soal HKI, tidak punya waktu, tidak percaya diri dengan produknya, dan lain-lain.

Padahal, kepemilikan sertifikat penting bagi UMKM jika ingin 'naik kelas'.

"Ini penting supaya UMKM bisa naik kelas. Dengan begitu, produknya bisa masuk pasar menengah ke atas. Kebutuhan sertifikasi itu sangat diperlukan, tapi masih banyak yang belum mengurus dan pegang itu semua," imbuhnya.

Bila UMKM sudah memegang sertifikasi, lanjutnya, besar kemungkinan bagi mereka untuk masuk ke pasar yang lebih besar, seperti Indomaret, Alfamart, Transmart, Carrefour dan Superindo.

"Namun, mereka tak bisa diterima, lantaran belum bersertifikasi," ucapnya.

Tahun ini, pihaknya menargetkan 234 UMKM mengantongi sertifikasi.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, mengingatkan pentingnya sertifikasi pada masyarakat sebagai bekal menghadapi era perdagangan bebas dan industri 4.0.

Halaman
12
Penulis: Delya Octovie
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved