Berita Surabaya

Wali Kata Risma Sebut Surabaya Butuh Infrastruktur Pengolahan Limbah B3, Ini Alasannya

Pemkot Surabaya butuh infrastruktur pengolahan limbah B3. Wali Kota Risma sebut sudah mendesak

Wali Kata Risma Sebut Surabaya Butuh Infrastruktur Pengolahan Limbah B3, Ini Alasannya
surya/delya octovie
IPAL di Puskesmas Wonokromo, Minggu (2/6/2019). IPAL digunakan untuk mengolah limbah medis cair. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pada perayaan Hari Jadi Kota Surabaya ke-726, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membeberkan berbagai pencapaian Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang sudah bisa dinikmati masyarakat.

Tetapi, rupanya masih banyak kebutuhan lain yang harus segera dipikirkan solusinya oleh Pemkot Surabaya menurut Risma, dan yang paling mendesak adalah soal pengolahan limbah B3.

Dalam Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), dijelaskan bahwa limbah B3 adalah zat, energi, dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, serta kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain. 

"Kalau infrastruktur, tinggal limbah B3 (yang belum dirampungkan). Yang mendesak limbah B3 karena kita punya 89 rumah sakit dan sekian klinik. Totalnya ada sekitar hampir 400-an yang butuh penanganan limbah medis. Jadi limbah B3 ini sangat-sangat mendesak," kata Risma, Minggu (2/6/2019).

Ia mengatakan, biasanya limbah B3 Surabaya dibuang ke Mojokerto dan Cileunyi.

Tetapi, di kedua tempat tersebut sedang mengalami permasalahan, sehingga Surabaya perlu mulai mandiri mengolah limbah B3. 

"Selama ini dibuang ke Mojokerto, Mojokerto juga di sana ada masalah. Dibuang ke Cileunyi, biayanya sudah besar, di sana juga kebetulan lagi ada problem," jelasnya.  

Kajian dan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) sudah disiapkan untuk tempat pengolahan limbah B3, sehingga Pemkot Surabaya akan segera melaksanakan pembangunan pengolahan limbah B3. 

Satu di antara puskesmas yang sudah mengolah limbah B3 sendiri adalah Puskesmas Wonokromo.

Menurut Kepala Puskesmas Wonokromo, dr. Era Kartikawati, limbah yang dihasilkan medis memang berbahaya bila dibuang sembarangan, karena berpotensi memengaruhi kualitas air di lingkungan sekitarnya.

Halaman
12
Penulis: Delya Octovie
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved