Ekonomi Bisnis

Laba Bersih PT Semen Indonesia Turun 42 Persen, Ini Penyebabnya

laba bersih PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mengalami penurunan signifikan sebesar 42 persen di kuartal I tahun 2019.

Laba Bersih PT Semen Indonesia Turun 42 Persen, Ini Penyebabnya
surya/sugiharto
SVP of SMO & Communication Semen Indonesia, Ami Tantri didampingi Kepala Departeman Komunikasi Perusahaan Sigit Wahono memberikan bingkisan lebaran pada saat buka bersama di Gedung PWI Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di kuartal I tahun 2019 ini mencatatkan kinerja dengan pendapatan tumbuh 22 persen, menjadi Rp 8,1 persen. Namun untuk laba bersih, perseroan yang melantai di pasar bursa dengan kode SMGR ini mengalami penurunan signifikan sebesar 42 persen.

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan, Sigit Wahono, mengatakan hal itu akibat beban bunga yang mengalami kenaikan signifikan.

"Yakni sebesar 210 persen menjadi Rp 712 miliar. Beban bunga itu akibat akuisisi PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) yang dulunya bernama Holcim Indonesia,” ujar Sigit disela acara buka puasa dengan 100 tukang becak dan petugas kebersihan di kantor PWI Jatim, Jumat (31/5/2019) malam.

Dari beban bunga yang besar itu, SMGR kemudian melakukan refinancing atau restrukturisasi utang, yYaitu dengan mengeluarkan obligasi sebesar Rp 4,9 triliun.

Obligasi ini bagian dari penawaran obligasi pada 2017 sebesar Rp 3 triliun.

“Dengan penerbitan obligasi ini bisa menekan bunga perusahaan ke depannya. Karena suku bunganya antara sembilan hingga 9,5 persen,” ungkap Sigit.

Tidak hanya itu, Sigit mengungkapkan kondisi pasar di Jatim sebagai salah satu basis penjualan Semen Indonesia juga mengalami penurunan.

Penurunan itu untuk Januari hingga April 2019.

Penurunan penjualan Semen Indonesia lebih besar dibandingkan penurunan penjualan secara umum.

“Secara umum penjualan turun 6,3 persen tapi kami turun 9,4 persen menjadi sekitar 2,1 juta ton,” ungkap Sigit.

Penurunan penjualan itu, wajar terjadi di kuartal I. Karena di awal-awal tahun penjualan selalu pengalami penurunan, apalagi di 2019 yang merupakan tahun politik.

“Awal 2019 ada momen-momen khusus, pemilu salah satunya. Banyak pemilik proyek menunggu. Tapi begitu pesta demokrasi selesai, justru ada momen Ramadan dan lebaran. Jadi perkiraan di semester kedua baru pasar mulai tumbuh dan bergerak,” jelasnya.

Di saat momen sepi ini, Semen Indonesia melakukan maintenance terhadap mesin-mesin yang ada di beberapa pabriknya.

Maintenance ini dilakukan agar ketika permintaan pasar sedang ramai, tidak ada kendala pada mesin sehingga bisa berproduksi dengan maksimal.

“Kami tetap optimis hingga akhir tahun target kami bisa terpenuhi. Bahkan target pasar bisa tumbuh 4,3 persen bisa dicapai,” tandas Sigit.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved