Berita Jember

Peluncuran Kampung Pancasila di Jember Bertepatan dengan Peringatan Hari Lahir Pancasila

Peresmian dan peluncuran Kampung Pancasila di Jember ini bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni.

Peluncuran Kampung Pancasila di Jember  Bertepatan dengan Peringatan Hari Lahir Pancasila
SURYA.co.id/Sri Wahyunik
Bupati Jember, Faida saat peresmian Kampung Pancasila di kawasan Pondok Pesantren As Shiddiqi Putra, Talangsari, Kaliwates, Jember, Sabtu (1/6/2019). 

SURYA.co.id | JEMBER - Bupati Jember Faida meresmikan Kampung Pancasila di kawasan Pondok Pesantren As Shiddiqi Putra, Talangsari, Kaliwates, Jember, Sabtu (1/6/2019). Peresmian dan peluncuran Kampung Pancasila ini bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni.

Bupati Faida menegaskan ada alasan khusus kenapa kawasan Ponpes As Shiddiqi Putra dipilih sebagai lokasi Kampung Pancasila, yang diresmikan pada 1 Juni.

"Karena untuk menjadi penanda sekaligus napak tilas atas perjuangan KH Achmad Shiddiq yang mengharmonisasi Pancasila dan agama. Bahwa Pancasila dan agama tidak untuk dipertentangkan. Juga bagaimana pemikiran Kiai Achmad Shiddiq menjadikan Pancasila diterima sebagai asas tunggal di Indonesia," tegas Bupati Faida dalam peresmian Kampung Pancasila.

KH Achmad Shiddiq (almarhum) merupakan tokoh kiai asal Jember yang mengasuh Ponpes As Shiddiqi Putra.

Di Ponpes itu pula, pemikiran tentang agama (Islam) dan Pancasila tidak untuk dipertentangkan lahir.

Kiai Achmad mengkaji dan menelaah dalil yang akhirnya bisa mempertemukan lima sila di Pancasila dengan ajaran-ajaran Islam.

Kiai Achmad juga mencetuskan jika sila-sila yang terkandung di Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Pancasila juga bukan agama baru yang akan menandingi Islam. Karenanya, pemikiran Kiai Achmad itu disampaikan saat Munas Alim Ulama di Situbondo tahun 1983, dan Muktamar NU di Situbondo tahun 1984.

Karenanya, tegas Bupati, kawasan Ponpes itu bisa menjadi lokasi awal napak tilas pemikiran Kiai Achmad yang mengharmonisasikan Pancasila dan agama tersebut.

"Nanti di sini juga menjadi tempat berkegiatan, untuk mengetahui perjuangan Kiai Achmad Shiddiq tentang Pancasila yang tidak bertentangan dengan agama, yang akan disyiarkan kepada generasi muda. Akan ada ToT (TRaining of Trainer) kepada sejumlah orang untuk menyosialisasikan pemikiran kebangsaaan Kiai Achmad ini. Tentunya nanti materi akan dibuat," tegas Bupati Faida.

Karena perjuangan KH Achmad Shiddiq itulah Pemkab Jember memilih kawasan ponpes itu menjadi lokasi Kampung Pancasila. Dia menambahkan di kota lain juga terdapat Kampung Pancasila. Tetapi Kampung Pancasila di Kabupaten Jember, imbuhnya, memiliki perbedaan dan kekhususan.

Kekhususan itu adalah Kampung Pancasila Jember menjadi lokasi lahirnya pemikiran tentang harmonisasi Pancasila dan agama, sehingga Pancasila bisa diterima sebagai asas tunggal.

"Tokoh yang memiliki pemikiran itu ada di Kampung Pancasila di Jember," tegasnya.

Bupati Faida menambahkan, nantinya para ulama atau mereka yang mengikuti ToT pemikiran kebangsaan KH Achmad Shiddiq akan mendapatkan SK dari Bupati Jember. Setelah mereka mendapatkan pelatihan sebagai pelatih, mereka bisa menyosialisasikan pemikiran kebangsaaan Kiai Achmad Shiddiq ke kalangan luas, di antaranya ke sekolah.

Program itu, imbuh Faida, akan disinergikan dengan program 1 sekolah 1 TNI yang sudah berjalan sebelumnya. Sosialisasi pemikiran kebangsaan KH Achmad Shiddiq perihal Pancasila ini akan digelar selama bulan Juni yang diperingati sebagai Bulan Pancasila.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved