Mudik Lebaran 2019

Mudik Lebaran 2019, Polisi Tuban Siaga di Tanjakan Curam Banyu Urip Cegah Laka

Jalan tersebut merupakan jalur alternatif menuju Provinsi Jawa Tengah melalui Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.

Mudik Lebaran 2019, Polisi Tuban Siaga di Tanjakan Curam Banyu Urip Cegah Laka
surya.co.id/m sudarsono
Petugas kepolisian Polsek Senori membantu mobil yang tak kuat melintas di tanjakan curam di Desa Banyu Urip 

SURYA.co.id | TUBAN - Petugas kepolisian Polsek Senori melakukan siaga di jalan tanjakan ekstrem yang berada di Desa Banyu Urip, memasuki arus mudik Lebaran 2019.

Jalan tersebut merupakan jalur alternatif menuju Provinsi Jawa Tengah melalui Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.

Sering terjadi kecelakaan di jalan yang menanjak tersebut.

Sehingga petugas kepolisian Polsek setempat bersiaga di tanjakan curam itu.

Kapolsek Senori, AKP Musa Bakhtiar mengatakan, tanjakan ekstrim Banyu Urip sering mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

Selain kondisi jalan yang menanjak, jalan juga berkelok-kelok karena kondisi alam di sana adalah kawasan perbukitan.

Petugas yang disiagakan di kawasan setempat dibekali kayu balok, yang berfungsi untuk mengganjal apabila ada kendaraan roda empat atau lebih tak kuat naik tanjakan.

"Ya petugas dibekali kayu balok, tujuannya apabila ada kendaraan yang tidak kuat naik maka akan diganjal bannya," ujar Musa, Sabtu (31/5/2019)

Mantan Kapolsek Rengel itu menjelaskan, apabila ada kendaraan tidak kuat naik, maka petugas meminta sopir segera menurunkan gigi mobil ketika memasuki tanjakan.

Terlebih saat mudik seperti saat ini banyak sekali mobil dari luar kota yang melintasi jalur Banyu Urip.

"Mobil bisa mundur jika tidak kuat menanjak dan posisi giginya tidak dikurangi. Oleh karena itu kita siagakan petugas polisi di situ memasuki mudik Lebaran," ujarnya.

Warga sekitar, Tondan menceritakan jika di kawasan setempat sering terjadi kecelakaan lalu lintas, karena tanjakan Desa Banyu Urip yang curam.

Rata-rata kecelakaan disebabkan karena kurang fahamnya sopir dengan kondisi jalan yang berupa tikungan dan tanjakan.

"Biasanya sopir panik saat jalan menanjak dan bingung mau mengurangi gigi mesin, akhirnya malah mundur," bebernya.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved