Berita Ngawi

Masih Ada Ancaman Teroris, Polri dan TNI Wajib Berdamping Mengamankan Arus Mudik Lebaran 2019

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengingatkan adanya ancaman terorisme di arus mudik Lebaran 2019 ini

Masih Ada Ancaman Teroris, Polri dan TNI Wajib Berdamping Mengamankan Arus Mudik Lebaran 2019
SURYA.co.id/Doni Prasetyo
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memantau langsung pengamanan jalur mudik Lebaran 2019 di Jalan Tol Ngawi, tepatnya masuk Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Sabtu (1/6/2019). 

SURYA.co.id | NGAWI - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengingatkan adanya ancaman terorisme di arus mudik Lebaran 2019 ini. Karenanya, anggota yang bertugas TNI/Polri, terutama pada malam hari agar selalu berdampingan, baik berpakaian sipil maupun dinas.

"Saudara, teroris masih ada, saya menghimbau, agar setiap anggota yang bertugas dalam pengamanan arus mudik Lebaran 2019, wajib didampingi, baik dari TNI, maupun Polri berpakaian dinas," kata Kapolri Tito Karnavian saat memantau Pos Pengamanan Jalur Mudik Lebaran 2019 di Jalan Tol Ngawi tepatnya di Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Sabtu (1/6/2019).

Kapolri Tito Karnavian melakukan pemantauan langsung pengamanan arus mudik 2019 di Jalan Tol Ngawi bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, sempat mengunjungi Pos Pelayanan Lebaran di Rest Area, masuk Desa Ngale, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi.

Di rest area itu, Jenderal Tito bersama jajaran TNI/Polri terlihat saling koordinasi mengenai pengamanan Mudik Lebaran ini.

"Pengamanan arus mudik lebaran diperlukan untuk mencegah potensi kecelakaan dan kejahatan, hingga potensi ancaman aksi teroris," jelas Tito.

Menurut Tito, teroris saat ini masih ada, untuk itu, bagi anggota yang bertugas pengamanan Lebaran wajib didampingi, baik dari TNI, maupun Polri berpakaian dinas, utamanya yang bertugas malam hari.

"Ini jaringan tetap sama, jadi masih ada anggota mereka. Maka dari pada mengambil resiko, anggota yang bertugas kita minta untuk di dampingi anggota yang berpakaian dinas, baik dari TNI maupun Polri," kata Kapolri Tito.

Selain itu Tito juga mewanti-wanti, anggota yang bertugas wajib menggunakan baju sistem, didampingi petugas bersenjata, baik dari TNI maupun Polri.

Dalam kesempatan itu Kapolri bersama Panglima TNI memberikan bingkisan kepada sejumlah anggota TNI dan Polri yang saat itu sedang bertugas.

Usai mengunjungi Pos Pengamanan Lebaran di Ngawi, rencananya, Kapolri bersama Panglima TNI akan melakukan pemantauan Pengamanan Arus Mudik Lebaran ke Malang.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved