Berita Malang Raya

Wagub Emil Sebut Pemprov Jatim Bisa Bantu Revitalisasi Pasar Lawang Lewat Bantuan Sosial

Wagub Emil menyebutkan ada kemungkinan Pemprov Jatim memberikan bantuan untuk revitalisasi Pasar Lawang Malang yang beberapa waktu lalu terbakar.

Wagub Emil Sebut Pemprov Jatim Bisa Bantu Revitalisasi Pasar Lawang Lewat Bantuan Sosial
istimewa
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita didampingi Wagub Emil Elestianto Dardak saat meninjau Pasar Lawang dan Pasar Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (31/5/2019). 

SURYA.co.id | MALANG - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebutkan bahwa ada kemungkinan Pemprov Jatim memberikan bantuan untuk revitalisasi Pasar Lawang Malang yang beberapa waktu lalu terbakar. Wagub Emil menyebut Pemprov bisa memberikan intervensi melalui penyaluran bantuan sosial untuk kejadian bencana atau kejadian tak terduga.

Namun, yang harus dilakukan adalah melakukan pendataan by name by address agar bantuan sosial tersebut bisa dicairkan.

"Kalau sudah masuk dalam bantuan sosial tak terduga harus tercatat by name by address. Itulah yang membutuhkan waktu," kata Wagub Emil Dardak saat mendampingi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meninjau Pasar Lawang dan Pasar Singosari, Jumat (31/5/2019).

Wagub Emil pun menyampaikan pengalamannya ketika menjadi Bupati Trenggalek dulu.

Saat terjadi kebakaran pasar, pihaknya berkoordinasi dengan Kejari untuk memastikan setiap penerima bantuan harus diverifikasi by name by address. 

"Kadang-kadang masalahnya yang punya stan siapa, tapi yang menempati sudah berganti nama 3-5 kali. Untuk itu masyarakat harus sabar, proses ini yang dilakukan Menteri Perdagangan dan membutuhkan waktu untuk memastikan penerima bantuan yang memang berhak," ungkapnya.

Pasalnya, Mendag saat sidak menyampaikan bahwa untuk revitalisasi Pasar Lawang bisa dilakukan dengan sistem sharing pendanaan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan juga pemerindah daerah kabupaten.

Oleh sebab itu, Wagub Emil Dardak menyebut pendataan pemilik stan pasar secara detail harus dilakukan agar sistem pendanaan lewat bantuan sosial bisa disalurkan. 

"Sidak ini dilakukan untuk meninjau stan-stan Pasar Lawang yang terbakar beberapa waktu lalu, serta melihat ketersediaan bahan pangan di kedua pasar tersebut," ujarnya.

Di sela-sela kunjungan tersebut, Wagub Emil memberikan apresiasi kepada Menteri Perdagangan untuk melakukan peninjauan pada Pasar Lawang dan Pasar Singosari.

Sebab kedua pasar ini benar-benar kebanggaan dari Jawa Timur. 

Sementara itu, Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita, menuturkan berdasarkan hasil sidak dilakukannya pada kedua pasar, harga di Pasar Singosari lebih rendah sedikit dibanding Pasar Lawang

"Jadi itulah khasnya pasar tradisional, pasar rakyat," imbuh Enggartiasto Lukita.

Mendag Enggartiasto Lukita menyampaikan harga bawang putih Rp 30 ribu per kilogram di Pasar Singosari lebih rendah dari di Pasar Lawang.

Kemudian harga bawang merah juga mengalami penurunan.

Untuk cabai rawit harganya rendah, sedangkan cabai merah besar memang harganya sedang tinggi karena musimnya.

Untuk harga gula  mencapai Rp 11.800 di bawah harga eceran tertinggi (HET). 

"Itu secara keseluruhan berjalan dengan baik. Beras bahkan lebih rendah dari HET. Beras medium Rp 9.000. Minyak goreng juga di bawah HET, telor juga, ayam. Semuanya stabil cenderung turun," katanya. 

Melihat kondisi tersebut, Mendag Enggartiasto Lukita berharap agar tidak ada kekhawatiran karena stok bahan pangan tersedia.

Satgas Pangan dari kepolisian juga memantau terus, tidak mungkin ada satu pun pedagang yang berani menipu. 

"Ini dipantau terus dari pusat, provinsi, kabupaten bersama satgas. Ini aman semua," pungkasnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved