Viral Warga Penerima PKH Malu Rumahnya Dilabeli 'Keluarga Miskin', 163 Keluarga di Rembang Mundur

Seratusan keluarga di Rembang, Jawa Tengah ramai-ramai mengundurkan diri dari peserta penerima Program Keluarga Harapan ( PKH).

Viral Warga Penerima PKH Malu Rumahnya Dilabeli 'Keluarga Miskin', 163 Keluarga di Rembang Mundur
Surabaya.Tribunnews.com/Haorrahman
ILUSTRASI. Puluhan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Banyuwangi mendapat pelatihan mengelas dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Kementerian Sosial. Viral Warga Penerima PKH Malu Rumahnya Dilabeli 'Keluarga Miskin', 163 Keluarga di Rembang Mundur 

SURYA.co.id | REMBANG - Sejumlah keluarga di Rembang, Jawa Tengah ramai-ramai mengundurkan diri dari peserta penerima Program Keluarga Harapan ( PKH).

Alasan mereka mengundurkan diri dari kepesertaan PKH tersebut lantaran menolak rumahnya dilabeli ' Keluarga Miskin' oleh petugas yang melakukan sosialsiasi program.

Penolakan tersebut pun menjadi viral di media sosial. Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH yang menolak dilabeli ' Keluarga Miskin' ada 163 keluarga.

"Kebanyakan mengaku malu jika kami labeli sebagai penduduk miskin. Rumahnya sudah bagus-bagus, sudah mampu. Sehingga malu kalau dinyatakan miskin," ujar Koordinator Pendamping PKH Kecamatan Pamotan, Retnowati yang dihubungi Tribunjateng.com (grup SURYA.co.id), Kamis (30/5/2019) malam.

Perempuan yang akrab dipanggi Eno tersebut mengatakan, pihaknya sebelumnya telah melakukan sosialisasi mengenai wacana penyemprotan label ' Keluarga Miskin' di dinding depan rumah penerima bantuan PKH.

Tulisan lengkap label tersebut adalah ' Keluarga Miskin Penerima Bantuan PKH (Permensos No. 1 Tahun 2018 Tentang Program Keluarga Harapan)'.

"Setelah proses labelisasi kami jalankan pada 18-26 Mei 2019, 163 penerima manfaat menyatakan mundur. Jadi dari total 2.835 penerima manfaat di Pamotan,163 menyatakan mundur dan hanya 2.672 yang diberi label 'keluarga miskin'," ungkapnya.

Di Desa Pamotan, misalnya, dari 363 Keluarga Penerima Manfaat ada 9 yang mengundurkan diri setelah wacana labelisasi disosialisasikan.

Eno mengatakan, KPM yang mengundurkan diri memang tergolong sudah mampu.

"Saat kami datang ke rumah, memang rumah mereka sudah layak. Aset ada, berkecukupan, dan 11 kriteria kemiskinan sudah tidak ada. Jadi kami nyatakan mampu menurut kami. Mereka juga mengiyakan," katanya.

Halaman
123
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved