Berita Tulungagung

Polres Tulungagung Janji Serius Tangani Kasus Dugaan Pungli Sertifikat Tanah Desa Sambirobyong

Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Hendro Tri Wahyono, mengaku pihaknya tengah mendalami kasus dugaan pungli sertifikat tanah di Desa Sambirobyong

Polres Tulungagung Janji Serius Tangani Kasus Dugaan Pungli Sertifikat Tanah Desa Sambirobyong
surya/david yohanes
Salah satu pendamping warga Desa Sambirobyong, menata kuitansi barang bukti dugaan pungli pengurusan sertifikat tanah. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Puluhan warga Desa Sambirobyong dimintai keterangan, terkait dugaan pungutan liar pengurusan sertifikat tanah. Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Hendro Tri Wahyono, mengaku pihaknya tengah mendalami kasus tersebut.

"Aduannya sudah ada sekitar tujuh bulan lalu, tapi saya lihat kok mandek. Akhirnya saya bongkar personel (yang menangani)," terang Hendro, Jumat (31/5/2019).

Saat ini, lanjutnya, sudah ada puluhan orang sudah dimintai keterangan. Namun masih banyak yang akan diagendakan untuk diperiksa. Pemeriksaan ini untuk mengumpulkan bahan keterangan (Pulbaket) dari warga.

"Jadi belum ada tersangka. Dari hasil Pulbaket itu akan dilakukan gelar perkara, untuk memutuskan lanjut atau berhenti," ujar Hendro.

Puluhan Warga Sambirobyong Tulungagung Diperiksa Terkait Dugaan Pungli Pengurusan Sertifikat Tanah

Hendro juga mengakui, ada indikasi kuat terjadi tindak pidana pungli.

Kasus ini juga melibatkan banyak orang, yang terindikasi menjadi korban.

Karena itu Hendro menegaskan tidak main-main dalam menangani kasus ini.

"Jadi tidak mungkin saya akan toleh kanan toleh kini dalam menangani kasus ini. Karena ada banyak orang terkait di dalamnya," tegas Hendro.

Sementara informasi dari seorang warga yang enggan disebut namanya, total peserta pengurusan sertifikat ada 800 orang.

Mereka diminta iuran dengan besaran beragam, mulai dari beberapa juga hingga puluhan juta.

Saat program PTSL digulirkan pemerintah pusat, warga masih diminta membayar Rp 300.000 per sertifikat.

"Informasi yang saya dengar, dari 800 pengajuan sertifikat hanya 200 sertifikat yang jadi," ungkapnya.

Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved