Berita Bangkalan

Pencuri Mesin Dinamo di Bangkalan Kepergok Penjaga Pabrik, Sempat Berusaha Kabur

Dua penjaga pabrik itu awalnya mendengar suara mencurigakan berasal dari dalam pabrik.

Pencuri Mesin Dinamo di Bangkalan Kepergok Penjaga Pabrik, Sempat Berusaha Kabur
surya.co.id/ahmad faisol
Pelaku pencurian mesin dinamo, Ismail (28), warga Desa Sendang Dejeh Kecamatan Labang beserta sejumlah barang bukti yang diamankan di Mapolsek Sukolilo, Jumat (31/5/2019) 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Ismail (28), warga Desa Sendang Dejeh Kecamatan Labang tak berkutik ketika dua penjaga PT Varian Usaha Beton memergoki aksinya saat mencuri sebuah mesin dinamo, Jumat (31/5/2019) dini hari.

Upaya pelaku kabur gagal lantaran satpam Mustofa dan Rosi menutup akses keluar lokasi di mana mesin dinamo berada. Sedangkan rekan pelaku, kabur meninggalkan Ismail.

"Pelaku dua orang namun satu orang lainnya kabur. Sednagkan tersangka Ismail berhasil diamankan satpam," ungkap Kasubbag Humas Polres Bangkalan Iptu Suyitno.

Pencurian mesin dinamo di pabrik material yang berlokasi di Desa Petapan Kecamatan Labang itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB.

Suyitno menjelaskan, dua penjaga pabrik itu awalnya mendengar suara mencurigakan berasal dari dalam pabrik.

Keduanya lantas berpencar mendekati sumber suara dengan cara mengendap-endap.

"Penjaga Mustofa masuk pabrik sedangkan Rosi menuju sisi utara, belakang bangunan pabrik," jelasnya.

Kehadiran Mustofa nampaknya diketahui pelaku Ismail.

Ia berusaha kabur lewat pintu belakang. Namun di situ sudah berdiri Rosi.

"Pelaku Ismail tak berkutik. Sedangkan rekannya kabur," terangnya.

Dari aksi pencurian tersebut, diamankan sebuah mesin dinamo, besi silender sepanjang 27 cm, besi berbentuk L sepanjang 56 cm, sebuah tang, dan senjata tajam jenis pisau lengkap dengan selongsongnya.

Suyitno menegaskan, Ismail terancam pidana berlapis.

Selain telah melakukan percobaan pencurian dengan pemberatan, ia terbukti membawa, memiliki, dan menyimpan senjata tajam tanpa di lengkapi surat izin.

Sebagaimana disebutkan dalam Pasal 363 Jo 53 KUHP tentang pencuran dengan pemberatan dan
Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

"Saat ini kami tengah memburu rekan ismail. Identitas diri sudah kami kantongi," tegasnya.

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved