Berita Blitar

Lagi, Polisi Tangkap Penjual Bubuk Mercon di Blitar

Polisi menemukan bubuk petasan yang dikemas dalam plastik seberat lebih kurang 5 kilogram.

Lagi, Polisi Tangkap Penjual Bubuk Mercon di Blitar
SURYA.co.id/Samsul Hadi
Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar menunjukkan barang bukti bubuk petasan dan tersangka, Jumat (31/5/2019). 

SURYA.co.id | BLITAR - Satreskrim Polres Blitar Kota kembali menangkap penjual bubuk mercon atau petasan di wilayahnya.

Kali ini, polisi membekuk AS (30), warga Desa Kebonagung, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, yang diduga sebagai penjual bubuk mercon.

"Pelaku ini sebenarnya sudah menjadi target kami saat operasi Pekat. Tapi baru tertangkap setelah operasi Pekat," kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar, Jumat (31/5/2019).

Penangkapan pelaku sendiri berdasarkan informasi yang diterima polisi dari masyarakat. Polisi mendapat info pelaku memperjual belikan obat petasan di rumah.

Polisi segera menggeledah rumah pelaku. Polisi menemukan bubuk petasan yang dikemas dalam plastik seberat lebih kurang 5 kilogram.

"Obat petasannya sudah dikemas dalam plastik bening. Kami menemukan lima plastik bening berisi bubuk petasan. Satu plastik berisi sekitar 1 kilogram bubuk petasan," ujar Adewira.

Tetapi, AS menyangkal bubuk petasan itu miliknya. Dia mengaku bubuk petasan itu milik temannya waktu di pondok pesantren berinisial, M. Dia hanya dititipi M untuk menyimpankan bubuk petasan itu.

"Barang itu milik teman, saya hanya dititipi saja," sangkal AS.

Anehnya, saat ditanya berapa harga bubuk petasan, AS tahu secara detail. Bubuk petasan itu dibeli dengan harga Rp 230.000 per kilogram. Awalnya, jumlah bubuk petasan yang disimpan di rumahnya seberat 7 kilogram.

"Yang 2 kilo sudah diambil, saya tidak tahu untuk apa. Sebenarnya saya tahu barang yang saya simpan ini bubuk petasan. Niat saya menolong teman," katanya.

Sebelumnya, polisi menangkap Alwi Safiurrohman (21). Pemuda asal Desa Kedawung, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, ini ditangkap polisi karena menyimpan bahan peledak atau obat petasan dalam bentuk bubuk di rumahnya.

Polisi menyita barang bukti sekitar 2 kilogram obat petasan, 30 sumbu petasan, 11 kertas sudah dalam bentuk gulungan, dan ponsel dari rumah Alwi.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved