Berita Trenggalek

Kades di Trenggalek Antusias Rebut Penghargaan Adipura Desa

Para perangkat desa mulai menyusun strategi agar bisa meraih penghargaan yang total nilai hadiahnya Rp 1,9 miliar itu.

Kades di Trenggalek Antusias Rebut Penghargaan Adipura Desa
SURYA.co.id/Aflahul Abidin
Bupati Trenggalek M Nur Arifin dalam acara Penyelarasan Program Daerah dan Desa se-Kabupaten Trenggalek, Jumat (31/5/2019). 

SURYA.co.id | TRENGGALEK – Program penghargaan Adipura Desa yang digelar Pemkab Trenggalek menuai respons positif dari para perangkat desa.

Para perangkat desa mulai menyusun strategi agar bisa meraih penghargaan yang total nilai hadiahnya Rp 1,9 miliar itu.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengenalkan program itu dalam acara Penyelarasan Program Daerah dan Desa se-Kabupaten Trenggalek, Jumat (31/5/2019).

Kegiatan itu dihadiri oleh para perangkat daerah dan kepala desa seluruh kabupaten.

Meski program penghargaan baru pertama kali dikenalkan, para kepala desa menyambut dengan semangat.

Mereka menyampaikan keseriusan untuk turut andil dan berharap dapat hadiah di penghargaan yang digelar tahun ini itu.

Kepala Desa Jajar, Imam Karyanto Edi, mengatakan, sangat tertarik untuk memperebutkan penghargaan itu.

Meski baru saja tahu soal Adipura Desa dalam kegiatan itu, ia sudah menyiapkan beberapa strategi.

“Di desa kami, kondisinya masih banyak persoalan. Soal sanitasi, soal ODF (Open Defacation Free). Ini kesempatan kami untuk merebut. Artinya, dari desa kami yang saat ini kondisinya seperti itu, harus bisa berubah,” katanya, usai acara.

Saat ini, pihaknya sudah mencicil pengentasan ODF dengan program jambanisasi. Pihak desa juga berencana menyediakan tempat sampah di tiap sudut desa.

“Kami mulai dengan hal-hal kecil yang kami mampu,” tuturnya.

Menurutnya, program Adipura Desa menarik karena menawarkan total hadiah yang cukup besar bagi para pemenangnya.

Apalagi, hal-hal yang dinilai dalam program itu berkisar soal kebersihan dan lingkungan hidup. Kalaupun tak menang, ia berharap desanya bisa lebih bersih dan mandiri.

Semangat senada disampaikan Kepala Desa Melis, Very Adi Kusuma.

Adipura Desa, kata Very, akan memacu para perangkat desa untuk lebih kratif. Rencananya, ia akan memperkuat brand potensi pariwisata perlombaan burung merpati.

“Desa kami selama ini memang belum begitu berkembang. Tapi, saya yakin nanti dengan arahan dari pemkab, bisa lebih baik,” ungkapnya.

Bupati Trenggalek M Nur Arifin atau Mas Ipin berharap, Adipura Desa bisa mendorong perangkat desa untuk peduli dengan pelayanan dasar dan isu lingkungan.

Menurutnya, dua hal itu masih belum tercakup secara luas di tiap-tiap desa.

“Saya harap desa bisa suport isu penting di kabupaten. Mulai dari stunting, air bersih, dan program prioritas lain,” tuturnya.

Sekadar untuk diketahui, isu lingkungan dan kebersihan menjadi patokan utama dalam penilaian bagi desa penerima anugerah tersebut. Ada empat aspek yang akan dinilai dalam kompetisi itu.

Pertama, soal regulasi. Desa harus punya regolasi yang diimplementasikan masyarakat tentang upaya perlindungan dan pengelolahan lingkungan hidup, perlidungan satwa dan tumbuhan.

Kedua, soal sanitasi. Ketersediaan air bersis menjadi salah satu tolok ukur.

Selain itu, tingkat bebas buang air besar sembarangan juga termasuk di nilai. Pun dengan angka bebas jentik minimal.

Aspek ketiga, yakni pengelolaan sampah. Desa harus memiliki minimal satu tempat pembuangan sampah. Mereka juga harus memiliki bank sampah.

Aspek terakhir, soal peran serta masyarakat dalam menjaga lingkungan. Salah satu bentuknya, misalkan, dengan aktifnya kader-kader lingkungan hidup.

Desa-desa yang ingin mendapatkan anugerah Adipura Desa juga diharapkan punya inovasi dalam pengelolaan lingkungan hidup, termasuk di bidang pariwisata.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved