Seorang Wanita Ketahuan Seludupkan Sabu Sebanyak ini Dalam Kemaluannya

Dari pengakuan tersangka diketahui bahwa ia juga membawa kapsul-kapsul berisi methamphetamine yang disembunyikan di perut dengan cara ditelan

Seorang Wanita Ketahuan Seludupkan Sabu Sebanyak ini Dalam Kemaluannya
SURYA.co.id/Mohammad Romadoni
Ilustrasi barang bukti sabu-sabu 

SURYA.co.id - Seorang wanita berinisial MSM asal Gambia, Afrika Barat, kedapatan membawa narkoba jenis sabu seberat 1,2 kg.

Dilansir SURYA.co.id dari artikel di Kompas.com (Group Surya) yang berjudul "WNA Asal Gambia Selundupkan 1,2 Kg Sabu ke Dalam Vagina", seperti yang dikatakan oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala KPU Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, Arief, wanita berusia 35 tahun itu menyelundupkan sabu dengan cara dimasukkan di dalam kemaluannya dan juga dengan menelannya.

"Penumpang pesawat Emirates Air dengan nomor penerbangan EK 795 rute Dakar (Senegal)-Dubai (UEA) dan EK 356 Dubai (UEA)-Jakarta yang mendarat pukul 15.35, dilakukan pemeriksaan terhadap penumpang berinisial MSM," ujar Arief dalam keterangan tertulis, Kamis (30/5/2019).

Awalnya, pihak bea cukai memeriksa barang-barang bawaan pelaku. Namun, petugas tidak menemukan adanya narkoba.

Saat pemeriksaan badan, barulah ditemukan sebuah pil berukuran besar yang berisi kristal bening dari dalam kemaluan pelaku. Setelah dicek, ternyata kristal bening tersebut positif methamphetamine.

"Dari pengakuan tersangka diketahui bahwa ia juga membawa kapsul-kapsul berisi methamphetamine yang disembunyikan di perut dengan cara ditelan," ucapnya.

Kapsul-kapsul tersebut dibawa pelaku dari Gambia menuju Senegal dengan jalur darat. Setelah itu, pelaku diterbangkan menuju Indonesia.

Atas instruksi seseorang dari Gambia, kata Arief, pelaku diarahkan menuju Hotel Bintang Griya, Jakarta Pusat.

Hingga saat ini, pihak bea cukai yang berkoordinasi dengan kepolisian masih mengembangkan kasus tersebut.

"Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, para pelaku dapat diancam dengan hukuman mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun," ujar Arief.

Editor: Cak Sur
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved