HUT SURABAYA

Armuji, Ketua DPRD Surabaya Dorong Pemerintah Kembangkan Smart City & Pecahkan Problematika Macet

"Surabaya tidak boleh hanya terhenti pada pembangunan infrastruktur kota dan taman saja. Maka, di sinilah pentingnya pembangunan sumber daya manusia (

Armuji, Ketua DPRD Surabaya Dorong Pemerintah Kembangkan Smart City & Pecahkan Problematika Macet
SURYA.co.id/Faig Nuraini
Ketua DPRD Kota Surabaya, Armuji 

"Semua layanan pemerintah harus berbasis IT (teknologi informasi). Cukup melalui gadget, semua persoalan dan layanan warga sudah bisa dituntaskan," lanjut Cak Ji yang 20 tahun menjadi saksi sejarah pembangunan kota Surabaya.

Problem Klasik
Cak Armuji mengingatkan, pada usianya yang ke 726 ini, problem klasik yang akan terus menghiasi wajah Surabaya adalah kemacetan di jalanan kota. Problematika macet adalah bagian yang tak terpisahkan dalam perkembangan setiap kota di Indonesia.

Meski harus diakui bahwa semacet-macetnya kota ini, masih belum mengakibatkan hingga stres di jalan. Sebab kondisi macet hanya terjadi di titik-titik tertentu dan jam-jam tertentu.

"Memecahkan problem macet memang sulit. Tapi sulit bukan berarti tidak bisa. Macet memang masalah klasik. Tapi kenapa kota lain di dunia bisa (memecahkan masalah ini). Kuncinya adalah, harus segera dibangun sarana transportasi massal yang nyaman dan tepat waktu," kata Cak Ji.

Arek Suroboyo 54 tahun ini melihat sudah saatnya disiapkan perencanaan berwawasan ke depan yakni perlunya pembangunan transportasi publik. Karena, pertumbuhan jalan tak sebanding dengan pertumbuhan mobil dan motor.

Namun harus diakui bahwa hanya Surabaya yang mampu meningkatkan kapasitas dan luas jalan. Jalan di Surabaya pun tumbuh. Meski pertumbuhan jalan ini sangat tidak sebanding dengan laju pertumbuhan jumlah kendaraan.

Maka, kemacetan menjadi dampak nyata akibat banyaknya kendaraan di Surabaya. “Jadi, tidak ada cara lain yang lebih tepat selain mewujudkan transportasi massal. Selain telah dilakukan upaya pelebaran ruas jalan. Mulai dengan cara pembebasan lahan sampai penutupan saluran dan sungai untuk disulap menjadi jalan. (fai)

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved