Ekonomi Bisnis

Potensi Pasar Ekspor Terbuka Lebar, Integra Tambah Kapasitas Produksi Pabrik

perusahaan kayu dan furniture PT Integra Indocabinet Tbk, agresif mengembangkan pasar ekspor.

Potensi Pasar Ekspor Terbuka Lebar, Integra Tambah Kapasitas Produksi Pabrik
surya/sugiharto
Direktur PT Integra Indocabinet Tbk, Wang Sutrisno (kiri), menjelaskan kinerja perusahaan di Hotel Swiss Belinn Juanda Sidoarjo, senin (28/5/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Di tengah perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, potensi ekspor produk Jatim ke AS  justru semakin besar. Hal itu pula yang membuat perusahaan kayu dan furniture PT Integra Indocabinet Tbk, agresif mengembangkan pasar.

Perseroan yang melantai di pasar saham dengan kode WOOD tersebut menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 200 miliar untuk 2019 ini. Direktur Keuangan PT Integra Indocabinet Tbk Wang Sutrisno menjelaskan, belanja modal itu akan digunakan untuk beberapa hal.

"Seperti melakukan penambahan kapasitas produksi di pabrik Lamongan, menambah produk baru, hingga membeli beberapa mesin baru. Semua itu kami lakukan demi meraih pertumbuhan sales minimal 20 persen sampai akhir tahun 2019 ini,” kata Wang Sutrisno, saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Hotel Swiss Belinn Juanda, Selasa (28/5/2019).

Selama ini, pendapatan perusahaan mayoritas masih didapat dari ekspor.

Kontribusinya mencapai 70 persen yang didominasi oleh pasar AS.

Pengembangan pasar juga dibarengi dengan mengembangkan produk, antara lain wooden blinds dan millwork yang akan diekspor ke AS.

Kemudian ada juga furnitur yang dikombinasi dengan metal dan rotan.

Untuk langkah tersebut, Wang mengaku pihaknya telah membeli lahan di Sidoarjo seluas 2,7 hektare yang akan dimanfaatkan untuk membuat fasilitas metal furniture dan produksi rotan.

”Kami ingin rotan bisa jadi tren di dunia melalui hasil produk Integra. Di semester dua nanti kami harap produk-produk baru tersebut sudah mulai bisa berkontribusi terhadap penjualan perseroan,” ungkapnya.

Direktur Integra, Widjaja Karli, menambahkan selain memperkuat ekspor, pihaknya juga fokus menggarap domestik dengan cara agresif masuk ke pasar ritel Indonesia, yang saat ini kontribusinya sekitar 30 persen.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved