Grahadi

Beranda Grahadi

Pemprov Pastikan Stok Bahan Pangan di Jatim Aman hingga Pasca Lebaran

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memastikan stok bahan pangan di Jatim selama jelang lebaran hingga pascalebaran dalam kondisi aman.

Pemprov Pastikan Stok Bahan Pangan di Jatim Aman hingga Pasca Lebaran
surya.co.id/fatimatuz zahro
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) memastikan stok bahan pangan di Jatim selama jelang lebaran hingga pascalebaran dalam kondisi aman dan tersedia.

Bahan pokok mulai beras, kedelai, cabai, bawang merah, gula, terigu, daging, daging ayam, telur ayam, dan ikan segar dalam kondisi tersedia.

Hal ini tak hanya ditunjukkan dari data ketahanan pangan Jatim yang menyatakan produksi bahan pokok dalam keadaan surplus.

Namun Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Drajat Irawan, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov juga aktif turun blusukan ke pasar tradisional.

Ini dilakukan untuk memantau langsung pergerakan harga dan ketersedaiaan bahan pokok di pasaran.
Setiap kali blusukan menyapa pedagang dan pembeli, Khofifah bersama jajaran menanyakan apakah harga sedang naik ataukah pedagang mengalami kesulitan mendapatkan bahan pangan pokok atau stok justru sedang melimpah.

"Kita sudah berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), juga dengan Bank Indonesia (BI), juga stakeholder terkait. Stok bahan pangan kita di Jatim dalam kondisi aman. Sangat aman malah. Untuk lebaran sampai pascalebaran," kata Khofifah, Selasa (28/5/2019).

Gubernur Khofifah bersama jajaran OPD juga turun ke sejumlah pasar untuk melakukan pengecekan dan kontrol bahan pangan. Seperti di Pasar Keputran Surabaya, Pasar Besar Kota Madiun, Pasar Porong Sidoarjo, Pasar Wadung Asri Sidoarjo, dan Pasar Pahing di Kediri.

Dari hasil blusukan tersebut, tidak didapatkan gejolak harga bahan pokok. Bahkan pedagang mengatakan bahwa harga bahan pokok cenderung stabil.

"Kalaupun ada kenaikan harga daging ayam, itu pun masih belum melampui harga eceran tertinggi," kata Khofifah.

Yang terlihat ada gejolak hanya bawang putih, yang harganya sempat naik hingga menembus Rp 58.000 per kilogram. Menurut Khofifah, meski bukan termasuk bahan pokok.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved