Berita Kediri

Antisipasi Penyalahgunaan Obat Terlarang, BNN Kota Kediri Gelar Tes Urine Sopir Bus Terminal Tamanan

Untuk mengantisipasi penggunaan obat terlarang, BNN Kota Kediri melakukan tes urine terhadap sopir bus antarkota di Terminal Tamanan

Antisipasi Penyalahgunaan Obat Terlarang, BNN Kota Kediri Gelar Tes Urine Sopir Bus Terminal Tamanan
surya/didik mashudi
Petugas BNN Kota Kediri memeriksa urin sopir bus di Terminal Tamanan, Kota Kediri, Rabu (29/5/2019). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Untuk mengantisipasi penggunaan obat terlarang, BNN Kota Kediri melakukan tes urine terhadap sopir bus antarkota di Terminal Tamanan, Kota Kediri, Rabu (29/5/2019). Sekitar 40 pengemudi bus yang melewati Terminal Tamanan diminta petugas melakukan tes urin dan memeriksa kesehatan.

Dari hasil pemeriksaan 40 sopir bus tidak ditemukan indikasi menggunakan obat terlarang dan narkotika. Tes dilakukan dengan 6 indikator. Petugas BNN Kota Kediri, dr Slamet, mengatakan pemeriksaan mencakup 6 indikator seperti ganja, sabu, ektasi, kokain, morphin dan obat penenang.

Sementara untuk pemeriksaan tensi kesehatan sopir hasilnya rata-rata normal. Namun, petugas menemukan satu sopir bus antar kota yang telah berusia 61 tahun.

Sopir bus bernama Kemi ini mengaku kondisi tubuhnya masih fit, termasuk pandangan matanya juga masih normal sehingga masih mampu mengemudikan bus trayek Nganjuk-Kediri-Blitar.

Selain dilalukan tes urin sopir, duta BNN Kota Kediri juga melakukan kampanye anti narkoba kepada penumpang bus.

Sambil menunggu sopir menjalani tes urin duta BNN melakukan kampanye singkat anti narkoba.

Kepala BNN Kota Kediri, AKBP Bunawar, menuturkan jika diketahui positif narkoba sopir bus tersebut akan diasesmen petugas.

Bunawar mengimbau kepada sopir bus jangan memakai obat-obatan karena lelah dan capek.

"Kalau sudah capek istirahat saja, jangan dipaksakan," ucap Bunawar.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved