Berita Entertainment

7 'Dosa' Sahurnya Pesbukers & Pesbukers Ramadhan Mulai Adegan Peluk Cium hingga Dialog Mesum

Ada 7 'dosa' yang dilakukan program acara 'Sahurnya Pesbukers' dan 'Pesbukers Ramadhan' yang dibeberkan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

7 'Dosa' Sahurnya Pesbukers & Pesbukers Ramadhan Mulai Adegan Peluk Cium hingga Dialog Mesum
Instagram
Para artis pemandu acara Sahurnya Pesbukers di ANTV. 

SURYA.CO.ID - Ada 7 'dosa' yang dilakukan program acara 'Sahurnya Pesbukers' dan 'Pesbukers Ramadhan' yang dibeberkan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Hal yang dianggap tidak mencerminkan acara Ramadhan mulai adanya adegan peluk cium hingga banyaknya dialog bahasa sensual hingga menjurus mesum.

'Sahurnya Pesbukers' dan 'Pesbukers Ramadhan' juga dinilai tidak melakukan perbaikan, padahal dua program ini juga mendapat teguran pada 2018 lalu.

Karena itu MUI meminta  'Sahurnya Pesbukers' dan 'Pesbukers Ramadhan' berhenti tayang  mulai tahun 2019 ini.

Sebelumnya, pada Ramadhan 2018 lalu, dua program itu termasuk dalam lima program yang direkomendasikan MUI untuk dihentikan tayangannya karena kontennya yang buruk, apalagi untuk bulan Ramadhan.

Sementara, tiga program televisi Ramadhan lainnya adalah Ramadhan di Rumah Uya (Trans 7), Brownis Sahur (Trans TV) dan Ngabuburit Happy (Trans TV), yang MUI sarankan untuk berhenti pada Ramadhan 2018, tahun 2019 ini sudah tidak tayang lagi.

Dalam rilis yang diterima Kompas.com (jaringan Surya.co.id), Selasa (28/5/2019), dalam surat yang diwakilkan oleh Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi KH Masduki Baidlowi disebutkan bahwa program tersebut tak mengindahkan imbauan yang ada atas kualitas tayangan.

Hal itu dilihat dari teguran yang dilayangkan KPI sejak tahun 2012 kepada beberapa program acara Ramadhan tak diperhatikan.

Berdasarkan keterangan pers yang diterima Kompas.com (jaringan Surya.co.id), MUI menyoroti tujuh hal yang dianggap menjadi permasalahan utama alias 'dosa' dari dua acara televisi tersebut.

Berikut daftarnya:

Halaman
1234
Editor: Tri Mulyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved