Berita Madiun

THR Tak Dibayar Penuh, Karyawan PT Perkebunan Kopi Kandangan Madiun Mengadu ke Disnaker

Tujuh karyawan mengadu ke PT Perkebunan Kopi Kandangan, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, ke Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Madiun, Senin (27/5/2019).

THR Tak Dibayar Penuh, Karyawan PT Perkebunan Kopi Kandangan Madiun Mengadu ke Disnaker
surya.co.id/rahadian bagus
Karyawan PT Perkebunan Kopi Kandangan melapor ke Disnaker Kabupaten Madiun. 

SURYA.co.id|MADIUN - Tujuh karyawan mengadu ke PT Perkebunan Kopi Kandangan, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, ke Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Madiun, Senin (27/5/2019).

Para karyawan ini mewakili puluhan karyawan PT Perkebunan Kopi Kandangan yang THR-nya tidak dibayarkan penuh oleh perusahaan. Kepada pihak Disnaker Kabupaten Madiun, mereka mengatakan uang THR mereka hanya dibayar 60 persen dari total yang harus dibayarkan perusahaan.

Perwakilan dari karyawan PT Perkebunan Kopi Kandangan, Darsiyanto, mengatakan ada sekitar 60 karyawan yang uang THR mereka dibayar 60 persen. Padahal, sesuai aturan ketenagakerjaan uang THR karyawan harus dibayar penuh oleh perusahaan.

Karyawan yang THR-nya tidak dibayar penuh yaitu yang bekerja di bagian kantor dan security. Sementara karyawan yang di bagian produksi perkebunan uang THR dibayar penuh.

Darsi mengatakan, pihak perusahaan beralasan,THR tidak dibayar penuh karena perusahaan telah kehilangan 3,3 ton cengkih kering yang ada di gudang perusahaan.

Padal, gaji karyawan perusahaan di PT Perkebunan Kopi Kandangan jauh dari UMK Kabupaten Madiun. Dia mencontohkan, misalnya security setiap bulan hanya menerima upah Rp 950 ribu.

Begitu juga dengan kepala bagian, hanya mendapat gaji Rp1,5 juta/bulan. Padahal UMK Kabupaten Madiun tahun 2019 sebesar Rp1,7 juta/bulan.

"Kami juga berharap pemerintah bisa menindak perusahaan karena gaji karyawan jauh dari UMK," kata Darsi.

Darsi menuntut agar perusahaan membayar uang THR seluruh karyawan secara penuh. Sebab, THR merupakan hak seluruh karyawan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Madiun, Wijanto Djoko Poernomo, mengatakan akan menindaklanjuti aduan dari karyawan PT Perkebunan Kopi Kandangan.

Dia mengatakan, setiap perusahaan wajib membayarkan THR bagi karyawan yang telah bekerja minimal satu tahun. Untuk besaran THR yang harus dibayarkan yakni satu kali gaji.

"Kami sudah mendapatkan laporan ini, kami akan mengecek terlebih dahulu ke sana," jelasnya.

Dia mengatakan, akan memberi masukan kepada perusahaan untuk membayar penuh THR karyawannya. Apabila perusahaan tidak membayar THR secara penuh, maka Disnaker akan memberikan sanksi administrasi.

Sejauh ini, kata Djoko, ada dua perusahaan yang dilaporkan karena persoalan pembayaran THR ini. Selain PT Perkebunan Kopi Kandangan, ada  perusahaan di Munggut, Kabupaten Madiun yang tidak membayarkan THR sesuai aturan.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved