Berita Kediri

Tak Ikut BPJS Ketenagakerjaan, 2.750 Perusahaan di Kediri Dapat Surat Peringatan

Lebih dari 2.000 perusahaan di Kediri telah mendapatkan SP pertama dan 750 perusahaan telah mendapatkan SP kedua karena tak ikut BPJS Ketenagakerjaan

Tak Ikut BPJS Ketenagakerjaan, 2.750 Perusahaan di Kediri Dapat Surat Peringatan
kompas/abdullah fikri ashri
Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan 

SURYA.co.id | KEDIRI - Lebih dari 2.000 perusahaan di Kediri telah mendapatkan surat peringatan (SP) pertama dan 750 perusahaan telah mendapatkan SP kedua. SP ini diberikan lantaran perusahaan tersebut tak mengikuti BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kediri, Agus Supriyadi, mengatakan pihaknya telah mengunjungi sekitar 500 perusahaan karena tidak mengindahkan SP pertama dan kedua.

"Terhadap perusahaan yang telah kami kunjungi dan tidak segera menjadi peserta BPJS baru kita serahkan kepada Kejaksaan dan KPKNL," ungkap Agus Supriyadi, kepada sejumlah wartawan, Selasa (28/5/2019).

Agus Supriyadi mengungkapkan sudah banyak perusahaan yang telah dipanggil petugas kejaksaan.

Mayoritas merupakan perusahaan menengah ke bawah.

"Perusahaan yang memiliki tenaga kerja ratusan sampai ribuan malah gampang jadi peserta. Masalahnya, perusahaan menengah ke bawah dengan tenaga kerja sedikit malah sulit," sambungnya.

Agus menerangkan BPJS Ketenagakerjaan memang tidak hanya fokus pada perusahaan besar, tapi juga perusahan kecil dan informal.

Saat ini, tenaga kerja yang telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan di Kediri sekitar 85.000 orang.

Terbanyak dari pekerja PT Gudang Garam Tbk sebanyak 16.800 lebih dan jumlah itu belum termasuk karyawan anak perusahaannya.

"Karena UMK di Kediri Rp 1,8 juta per bulan, iuran yang dibayarkan juga masih kecil. Ini berbeda dengan UMK Surabaya yang telah mencapai Rp 3,8 juta per bulan," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved